Minggu, 13 Des 2020 19:00 WIB

Deretan Gejala COVID-19 yang Tak Terbayangkan, Anosmia hingga Delirium

Kanya Anindita - detikHealth
Mutasi virus corona yang membingungkan para ilmuwan Deretan gejala Corona. anosmia hingga delirium. (Foto: BBC World)
Jakarta -

Gejala COVID-19 yang dialami setiap pasien dapat berbeda-beda, mulai dari gejala umum sampai gejala yang jarang ditemukan. Selain batuk, pilek, dan kelelahan yang sudah menjadi gejala umum, muncul dua gejala COVID-19 lain, yakni anosmia dan delirium.

Anosmia atau hilangnya penciuman menjadi salah satu gejala COVID-19 di mana pasien sulit mengenali bau dan berlangsung selama berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan. Gejala COVID-19 ini juga membuat pasien sulit merasakan makanan normal sehingga mereka sering frustasi.

Dikutip dari Times of India, gejala COVID-19 ini bisa melindungi orang dari tanda-tanda mematikan lainnya akibat COVID-19, yaitu serangan pernapasan dan peradangan atau inflamasi. Beberapa ahli percaya bahwa anosmia menjadi salah satu gejala COVID-19 yang tidak berbahaya dan merupakan pertanda baik dari infeksi Corona.

Banyak dokter mengatakan bahwa pasien yang mengalami kehilangan penciuman hanya menderita batuk ringan akibat virus Corona. Selain itu, dokter di India mengatakan, pasien yang terkena Corona sedang hingga parah dan membutuhkan perawatan ICU jarang sekali mengalami gejala COVID-19 berupa anosmia.

Akibat anosmia, seseorang mungkin tidak bisa mencium bau rempah-rempah, manisan dan makanan asam yang biasanya memiliki bau menyengat dibandingkan makanan lain. Bahkan gejala COVID-19 ini bisa menurunkan nafsu makan karena lidahnya tak bisa merasakan apapun.

Selain anosmia, ada lagi gejala COVID-19 lainnya, yakni delirium. Delirium adalah suatu kondisi di mana seseorang mengalami kebingungan berat serta berkurangnya kesadaran.

"Delirium adalah keadaan kebingungan di mana seseorang merasa tidak terhubung dengan kenyataan, seolah sedang bermimpi," kata Javier Correa, peneliti dari University of Catalonia (UOC).

Para dokter pun mengingatkan bahwa gejala COVID-19 ini bisa memicu gangguan otak bahkan mengganggu kondisi mental pasien. Biasanya, delirium dialami oleh kelompok lanjut usia (lansia).

Lalu, apa kaitan delirium dengan COVID-19 dan bagaimana ciri-cirinya?

Selanjutnya
Halaman
1 2