Selasa, 26 Jan 2021 09:26 WIB

P-Fluoro Fori, Narkoba yang Menjerat Syiva Angel adalah Para Fluoro Phenylpiperazin

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Ilustrasi narkoba, sabu putau ganja Ilustrasi narkoba jenis baru P-Fluoro Fori (Foto: Ilustrasi: Mindra Purnomo/detikcom)
Jakarta -

Kapolres Denpasar, Bali, menangkap Syiva Angel setelah kedapatan menggunakan narkoba jenis baru P-Fluoro Fori. Ia ditangkap bersama dengan tiga rekannya.

"Termasuk yang tadi saya sampaikan BB (barang bukti)-nya adalah ini narkoba jenis baru. Ini yang tadi sangat mematikan. Ini kita sayangkan sekali, mudah-mudahan dengan proses hukum ini, ya tujuan kuta untuk mengubah sehingga dia bisa berubah ke jalan yang lebih baik lagi," ujar Kapolresta Denpasar Kombes Jensen Avitus Panjaitan.

Terkait P-Fluoro Fori, dr Hari Nugroho dari Mental Health Addiction and Neurosience (IMAN) menyatakan narkoba ini berada dalam lampiran Permenkes No 22 Tahun 2020 dengan nama pFPP, singkatan dari Para Fluro Phenylpiperazin. Merupakan narkoba jenis baru turunan dari piperazin khususnya phenylpiperazin.

Sesuai keterangan Kapolresta Denpasar Kombes Jensen Avitus Panjaitan, pFPP dalam lampiran Permenkes No 22/2020 ada di daftar narkotika golongan I nomor urut 183 dengan nama kimia 1-(p-Fluorofenil) piperazin atau para-Fluorofenilpiperazin atau p-Fluorofenilpiperazin.

narkoba jenis baruNarkoba jenis baru P-Fluoro Fori ada di nomor 183 daftar narkotika golongan I. Foto: Permenkes 22/2020

"Turunan piperazine banyak disalahgunakan sebagai party pill selayaknya ekstasi oleh karena efeknya yang mirip amfetamine sekaligus ada efek halusinogenik," katanya saat dihubungi detikcom melalui pesan teks, Selasa (26/1/2021).

Dijelaskan dr Hari, pFPP sebagai turunan piperazine mempunyai efek yang sama hanya lebih mild jika dibanding turunan piperazine lainnya. Namun demikian pemakaian yang sering dan dosis yang besar dapat menimbulkan konsekuensi kesehatan baik gangguan psikiatri dan gangguan fisik

"Seperti mencetuskan agitasi, kecemasan, insomnia halusinasi, maupun gangguan fisik Seperti gangguan jantung misal nya nyeri dada, serangan jantung, takikardi, atau hipertensi," ujarnya.

Sediaan pFPP atau P-Fluoro Fori yang beredar secara illegal ini sering kandungannya tidak murni pFPP namun juga dicampur dengan zat lain seperti ganja sintetik, katinona sintetik, turunan amfetamine atau kombinasi dengan turunan piperazine lainnya spt BZP (benzylpiperazine). Tentunya hal ini dapat membahayakan penggunanya dan bisa berakibat fatal.



Simak Video "Kemenkes Sebut Ganja Masih Golongan Narkotika 1"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)