Selasa, 09 Feb 2021 12:38 WIB

Varian Corona Afsel Jadi Pengingat Vaksinasi di Dunia Harus Serentak

Firdaus Anwar - detikHealth
Coronavirus Covid-19 Vaccine glass bottle and syringe with needle. Coronavirus 2019-nCoV concept. Illustrative vial of coronavirus vaccine. Kemunculan varian baru Corona di Afrika Selatan jadi kekhawatiran. (Foto: Getty Images/VioletaStoimenova)
Jakarta -

Negara-negara kaya yang memborong suplai vaksin COVID-19 harus menyadari pentingnya vaksinasi dilakukan serentak di dunia. Karena bila tidak akan selalu ada potensi muncul varian baru Corona, seperti yang terjadi di Afrika Selatan (Afsel).

Varian Corona Afrika Selatan belakangan jadi perhatian karena menunjukkan resistansi terhadap vaksin yang ada saat ini. Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus, menyebut kemungkinan produsen perlu menyesuaikan vaksin.

"Semakin jelas bahwa produsen vaksin harus mengimbangi evolusi dari virus COVID-19. Mempertimbangkan varian terkini untuk vaksin masa depan, termasuk di dalamnya dosis booster," kata Tedros seperti dikutip dari situs resmi WHO, Selasa (9/2/2021).

"Perkembangan yang ada menekankan pentingnya meningkatkan kemampuan produksi dan distribusi vaksin COVID-19 secepat mungkin. Sehingga orang-orang bisa terlindungi sebelum terpapar varian baru," lanjutnya.

Andrea Taylor dari Duke Global Health Innovation Center menjelaskan varian muncul karena virus COVID-19 bermutasi. Ini terjadi ketika virus bereplikasi, sehingga bila ada daerah yang tidak terkendali kasusnya maka varian baru bisa muncul di tempat itu.

Akhirnya akan berdampak juga pada negara-negara atau daerah kaya yang sudah menyiapkan banyak vaksin COVID-19. Mereka harus kembali menyesuaikan program vaksinasinya ketika varian tersebut meluas.

"Jadi kata-kata 'tidak ada yang aman sampai semuanya aman' itu bukan sekedar kiasan. Memang kenyataannya seperti itu," kata Andrea seperti dikutip dari New York Times.



Simak Video "Kecam Ketidakadilan, WHO Desak Negara Kaya Bantu Berbagi Vaksin"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/kna)