Senin, 01 Mar 2021 09:43 WIB

Komentar WHO Soal India yang Diprediksi Dekati Herd Immunity COVID-19

Firdaus Anwar - detikHealth
Otoritas India melaporkan lebih dari 73 ribu kasus virus Corona dalam sehari di wilayahnya. Total kasus Corona di India semakin mendekati angka 7 juta kasus. India diprediksi akan mencapai herd immunity terhadap COVID-19. (Foto ilustrasi: AP Photo)
Jakarta -

Studi di beberapa kota India menunjukkan hampir setengah populasi warga telah memiliki antibodi terhadap COVID-19. Karena itu peneliti memprediksi kekebalan kelompok atau herd immunity bisa segera tercapai di sana.

Dikutip dari WebMD, herd immunity adalah kondisi ketika sebagian besar dari jumlah populasi di suatu area telah kebal terhadap suatu penyakit karena proses vaksinasi atau infeksi alami. Bila herd immunity sudah tercapai, maka angka penyebaran penyakit dengan sendirinya akan berkurang.

Terkait hal tersebut, kepala ilmuwan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Soumya Swaminathan, menyarankan agar orang-orang jangan lengah kemudian melonggarkan protokol kesehatan. Meski herd immunity bisa segera tercapai, tetap ada kelompok berisiko yang rentan terhadap COVID-19.

"WHO terus mengamati studi seroepidemiology ini. Bila hampir sekitar 500 studi tersebut digabung, kita melihat kurang dari 10 persen populasi dunia yang memiliki antibodi terhadap COVID-19," kata Soumya seperti dikutip dari situs resmi WHO pada Senin (1/3/2021).

"Kalau kita melihat di tempat tertentu, kota padat penduduk, memang ada kantong-kantong populasi yang 50-60 persen sudah terpapar oleh virus dan memiliki antibodi. Tapi bukan berarti seluruh kota, seluruh daerah, atau seluruh negara tersebut memiliki herd immunity," lanjutnya.

Ketika individu yang rentan keluar dari daerah dengan herd immunity tinggi, maka ia kembali berisiko tinggi jatuh sakit karena infeksi COVID-19. Oleh karena itu menurut Soumya satu-satunya cara untuk menghentikan pandemi adalah dengan seluruh tempat mencapai herd immunity secara bersamaan.

"Ini yang sedang kami usahakan lewat COVAX. Memberikan vaksin untuk seluruh negara sehingga populasi dunia bisa divaksinasi secepatnya. Sampai saat itu, kita tetap harus menjalankan seluruh upaya pencegahan yang sudah kita lakukan beberapa bulan ini," pungkas Soumya.



Simak Video "Sah! WHO Setujui Vaksin Covaxin India"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)