Selasa, 20 Apr 2021 12:16 WIB

Corona 'Ngamuk' Lagi di India, Kremasi Jenazah Beroperasi 24 Jam Non Stop

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Menjadi seorang kremator atau pekerja kremasi jenazah COVID-19 menjadi tantangan terberat bagi pria India ini, ia pun dijauhi orang di sekitarnya. Kremator jenazah pasien COVID-19 di India. (Foto: AP/Anupam Nath)
Jakarta -

Kasus COVID-19 di India kembali melonjak sejak Sabtu (17/4/2021) lalu. Saat itu, India melaporkan sebanyak 260.778 kasus baru COVID-19.

Pada Senin (19/4/2021), India kembali mencatat rekor infeksi harian sebanyak 273.810 dan 1.619 kasus kematian. Total kasusnya saat ini sudah lebih dari 15 juta dan berada di posisi kedua setelah Amerika Serikat.

Akibat tsunami Corona di India ini, rumah sakit yang ada di negara tersebut penuh, stok obat-obatan dan oksigen pun terbatas. Tak hanya itu, tempat-tempat kremasi jenazah pun juga tidak pernah berhenti bekerja.

"Kami bekerja sepanjang waktu dengan kapasitas yang penuh agar bisa mengkremasi jenazah tepat waktu," kata seorang pemimpin kepercayaan yang menjalankan proses krematorium di Kota Surat Kamlesh Sailor, dikutip dari Reuters, Selasa (20/4/2021).

Menurut petugas krematorium dan pemakanan di India, sejumlah kota besar lainnya di India juga melaporkan jumlah kremasi dan pemakaman jauh lebih banyak dari sebelumnya.

"Banyak pasien datang ke rumah sakit dalam kondisi yang sangat kritis dan meninggal sebelum mereka diuji (tes COVID-19). Dan ada beberapa kasus di mana pasien meninggal dibawa dari rumah sakit, tetapi kami tidak tahu apakah mereka positif atau negatif (COVID-19)," kata petugas tersebut.

Jumlah kremasi jenazah meningkat tiap hari

Selain di pusat krematorium di Surat, tempat krematorium lainnya yang dikenal dengan Umra dalam sehari bisa mengkremasi sebanyak 100 jenazah, lengkap dengan protokol COVID-19. Tetapi, selama seminggu terakhir jumlahnya semakin bertambah.

Prashant Kabrawala, seorang pengelola krematorium kota ketiga bernama Ashwinikumar mengatakan beberapa pekan terakhir jumlah jenazah yang dikremasi di tempat itu meningkat tiga kali lipat.

"Saya sudah mengelola krematorium itu sejak 1987. Tetapi, selama bertahun-tahun saya belum pernah melihat begitu banyak jenazah yang datang untuk dikremasi seperti saat ini," jelas Prashant.

Kepala krematorium Azad, tempat krematorium besar lainnya, yang tak disebutkan namanya mengatakan jumlah kremasi dengan protokol COVID-19 meningkat lima kali lipat dalam beberapa pekan terakhir. Para pekerja harus mengkremasi jenazah yang tak kunjung henti berdatangan, siang dan malam

"Kami bekerja siang dan malam. Insinerator terus beroperasi, tetapi masih saja banyak orang yang menunggu giliran untuk mengkremasi jenazah keluarganya," pungkasnya.



Simak Video "Tim Satgas Indonesia Soroti Lonjakan Kasus Corona di India"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)