Senin, 05 Jul 2021 06:00 WIB

Awas Jangan Diborong! 200 Jenis Obat Diyakini Punya Potensi Lawan COVID-19

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Close-up of the automatic capsule package production line. Ilustrasi obat (Foto: iStock)
Jakarta -

Sampai saat ini, para ilmuwan di dunia terus berusaha mencari jalan keluar agar bisa segera bebas dari pandemi COVID-19. Mulai dari membuat vaksin, menciptakan berbagai jenis masker, menciptakan obat baru, hingga mempelajari manfaat baru dari obat yang sudah ada.

Upaya yang disebutkan terakhir dilakukan juga oleh para peneliti di Institut Terapi Milner dan Institut Gurdon di Universitas Cambridge. Dikutip dari Medical Xpress, mereka telah mengidentifikasi 200 obat yang disebut berpotensi melawan COVID-19.

Dalam penelitian tersebut, para ilmuwan menggunakan kombinasi biologi komputasi dan pembelajaran mesin untuk membuat peta komprehensif protein yang terlibat dalam infeksi SARS-CoV-2. Protein yang diuji adalah protein yang membantu virus masuk ke sel inang hingga protein yang dihasilkan akibat infeksi.

Dengan bantuan kecerdasan buatan (AI), para peneliti berhasil mengidentifikasi protein kunci yang terlibat dalam infeksi serta jalur biologis yang mungkin ditargetkan oleh obat-obatan.

Hasilnya, dari 2.000 obat yang sudah beredar, para peneliti mengidentifikasi 200 obat yang disebut berpotensi efektif melawan COVID-19. Dari jumlah tersebut, 40 obat di antaranya tengah masuk ke tahap uji klinis.

Saat para peneliti menguji subset dari obat-obatan yang terlibat dalam replikasi virus, mereka menemukan dua obat yang disebut mampu menghambat virus. Dua obat tersebut yaitu obat antimalaria dan obat rheumatoid arthritis.

"Dengan melihat ribuan protein yang berperan dalam infeksi SARS-CoV-2, baik secara aktif maupun sebagai konsekuensi dari infeksi, kami telah mampu membuat jaringan yang mengungkap hubungan antara protein ini," kata Direktur Milner Therapeutics Institute Professor Tony Kouzarides, dikutip dari Medical Xpress, Minggu (4/7/2021).

"Dari 200 obat tersebut, 160 di antaranya belum pernah dikaitkan dengan infeksi COVID-19 sebelumnya. Ini bisa memberi kami lebih banyak senjata di gudang senjata kami untuk melawan virus Corona," lanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Faktor yang Memengaruhi Keparahan Pasien Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]