Jumat, 16 Jul 2021 06:00 WIB

Oseltamivir Obat Apa Sih? Kenali Manfaat, Dosis, dan Efek Sampingnya

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Tingginya kasus Corona (COVID-19) di Indonesia membuat permintaan obat-obatan dan vitamin meningkat. Warga rela antre ke apotek demi membeli kebutuhan. Foto: Andhika Prasetia
Jakarta -

Oseltamivir obat untuk apa sih, sampai kosong di mana-mana setelah diborong untuk isoman COVID-19? Dahulu saat ramai flu burung dan flu babi, obat ini sempat populer dengan merek dagangnya, Tamifu.

Dikutip dari protokol tatalaksana terbaru COVID-19, Oseltamivir adalah obat antivral yang digunakan untuk pengobatan dan pencegahan influenza atau flu tipe A dan B. Obat ini menghambat neuroamidase yang dibutuhkan oleh virus Flu untuk bereplikasi.

Pada COVID-19, Oseltamivir diberikan secara empiris pada awal masa pandemi karena sulitnya membedakan gejala COVID-19 dengan infeksi Flu. Saat ini, Oseltamivir dapat ditambahkan pada kondisi pasien dengan COVID-19 yang diduga terinfeksi influenza.

Oseltamivir juga ditemukan di beberapa paket obat Isoman COVID-19 untuk pasien bergejala sedang. Seharusnya hanya bisa didapat dengan resep dokter dan melalui pemeriksaan, tetapi resep isoman tersebut viral di media sosial sehingga banyak yang latah memborongnya meski belum periksa ke dokter.

INDIKASI

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI menyebut indikasi atau manfaat Oseltamivir sebagai berikut:

Terapi influenza pada dewasa dan anak usia 1 tahun atau lebih yang memiliki gejala influenza tipika, bila virus influnza sedang bersirkulasi dalam lingkungan. Oseltamivir dapat juga digunakan untuk mencegah terjadinya influenza pada dewasa dan anak di atas 13 tahun.

PERINGATAN

BPOM memberikan peringatan terkait penggunaan Oseltamivir pada pengidap gangguan fungsi ginjal, wanita hamil, dan menyusui.

DOSIS

Menurut pedoman tatalaksana pengobatan COVID-19, Oseltamivir bisa diberikan pada pasien Isoman COVID-19 jika dicurigai ada koinfeksi dengan dosis:

  • < 1 tahun: 3 mg/kg/dosis tiap 12 jam
  • > 1 tahun BB < 15 kg: 30 mg tiap 12 jam
  • > 1 tahun BB > 15 kg: 45 mg tiap 12 jam
  • > 1 tahun BB 23-40 kg: 60 mg tiap 12 jam
  • > 1 tahun BB > 40 kg: 75 mg tiap 12 jam

EFEK SAMPING

Beberapa efek samping Oseltamivir:

  • nausea
  • muntah
  • sakit perut
  • dispepsia
  • diare
  • sakit kepala
  • lelah
  • insomnia
  • pusing
  • conjungtivitis
  • epistaksis
  • ruam
  • jarang reaksi hipersensitif
  • sangat jarang hepatitis
  • sindroma Steven-Johnson.


Simak Video "Penjelasan Dokter Soal Penggunaan Obat Oseltamivir Bagi Pasien Corona di Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)