Senin, 06 Sep 2021 15:30 WIB

Ramai Kasus Holywings, Abai Prokes Picu Lonjakan COVID-19 di 3 Negara Ini

Firdaus Anwar - detikHealth
Holywings Kemang Disegel Satpol PP Foto: Holywings Kemang Disegel Satpol PP (Faiz-detikcom)
Jakarta -

Kafe Holywings di Kemang, Jakarta Selatan, ramai diperbincangkan karena terbukti melanggar protokol kesehatan. Patroli yang dipimpin oleh Polda Metro Jaya pada Minggu (5/9/2021), sekitar pukul 01.00 WIB dini hari, menemukan kafe Holywings masih beroperasi dan penuh oleh pengunjung.

Di media sosial netizen mengkritik para pengunjung Holywings yang disebut-sebut sebagian besar pemuda. Ada juga netizen yang penasaran mengapa orang yang sudah divaksinasi COVID-19 tetap tidak bisa berkumpul.

"dulu kek ada yang bila 'ko diluar negri dah boleh nonton bola' di jawab 'kan diluar negri udah vaksin' di indo udah vaksin ko tetep di bubarin ?" kata salah satu pengguna Twitter mengomentari video yang viral terkait kerumunan di kafe Holywings.

Cakupan vaksinasi COVID-19 di DKI Jakarta memang jadi salah satu yang tertinggi di Indonesia. Dinas Kesehatan DKI Jakarta beberapa waktu lalu melaporkan pemberian vaksin sudah mencapai 100 persen dari target.

Terkait hal tersebut, beberapa ahli dan otoritas kesehatan mengingatkan bahwa vaksinasi bukan alasan untuk lengah terhadap protokol kesehatan. Hal ini terbukti juga dari kasus-kasus di luar negeri yang COVID-19-nya kembali meningkat saat terjadi pelonggaran di tengah tingginya cakupan vaksin.

Berikut beberapa contohnya:

1. Israel

Israel melaporkan sudah sekitar 60 persen populasinya mendapat dosis lengkap vaksin COVID-19. Kehidupan di Israel sudah sempat kembali seperti sedia kala, namun pada bulan Juli kasus COVID-19 kembali merangkak naik akibat varian Delta.

Ahli penasehat pemerintah Israel, Eran Segal, mengatakan peningkatan kasus COVID-19 ini kemungkinan karena efek proteksi vaksin yang melemah. Israel di awal September 2021 melaporkan rekor harian COVID-19 yang mencapai lebih dari 11.000 kasus.

Pemerintah Israel merespons hal ini dengan mulai merencanakan program pemberian dosis ketiga atau booster vaksin COVID-19.

2. Inggris

Inggris juga dilaporkan sudah memvaksinasi sekitar 60 persen populasinya terhadap COVID-19. Inggris mulai melakukan pelonggaran dengan tak lagi mengetatkan aturan pemakaian masker, jaga jarak, dan isolasi.

Pada hari Minggu (5/9/2021), Inggris melaporkan lebih dari 26.000 kasus baru COVID-19. Padahal sebelumnya jumlah kasus baru harian sempat turun di bawah 20.000 pada awal Agustus 2021.

3. Amerika Serikat

Setidaknya sekitar 50 persen populasi di Amerika Serikat (AS) diprediksi sudah mendapat dosis lengkap vaksin COVID-19. Tingginya angka vaksinasi tersebut membuat beberapa negara bagian mulai melonggarkan protokol kesehatan. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) bahkan sempat menghapus rekomendasi pemakaian masker bagi yang sudah divaksinasi.

Namun kasus COVID-19 dilaporkan kembali meningkat di AS akibat varian Delta. CDC akhirnya kembali merekomendasikan pemakaian masker bagi siapa saja, terutama di dalam ruangan.



Simak Video "Ahli Gizi: Penularan Covid-19 Terjadi Dalam Waktu Hitungan Detik"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)