Rabu, 22 Sep 2021 10:00 WIB

Pro-Kontra

Anak-anak Sudah Boleh Masuk Mal Meski Belum Vaksin COVID-19, Setuju Nggak?

Vidya Pinandhita - detikHealth
Pengunjung mengajak anaknya saat berkunjung ke pusat perbelanjaan Bandung Indah Plaza, Bandung, Jawa Barat, Selasa (21/9/2021). Pemerintah Indonesia kembali menerapkan penyesuaian PPKM level 3 dan level 2 pandemi COVID-19 dengan memperbolehkan anak di bawah usia 12 tahun untuk masuk mal dengan pendampingan orang tua dan penerapan protokol kesehatan yang ketat. ANTARA FOTO/Novrian Arbi/wsj. Pro-kontra anak boleh masuk mal (Foto: ANTARA FOTO/NOVRIAN ARBI)
Jakarta -

Anak-anak di DKI Jakarta, Kota Bandung, Kota Semarang, Kota Yogyakarta, dan Kota Surabaya kini sudah diperbolehkan masuk mal meski belum divaksin COVID-19 dan tidak perlu melalui screening aplikasi PeduliLindungi. Dengan masih adanya ancaman gelombang ketiga COVID-19, yakin sudah aman ajak anak 'nge-mal'?

"Akan dilakukan uji coba pembukaan pusat perbelanjaan bagi anak-anak di bawah usia kurang dari 12 tahun dengan pengawasan dan pendampingan orang tua," ujar Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Pandjaitan, dalam konferensi pers terkait PPKM, Senin (20/9/2021).

Kepala Bidang Penanganan Kesehatan Satgas COVID-19, Alexander Ginting, dalam konferensi pers daring menegaskan bahwa mengajak anak-anak ke mal tetap tidak bisa dilakukan sembarangan. Meski sudah diperbolehkan, para orang tua wajib memperhatikan syarat-syarat tertentu.

Misalnya, orang tua yang mendampingi harus sudah divaksin, memiliki akun PeduliLindungi, serta berstatus hijau dan tidak sedang positif COVID-19 berdasarkan hasil PCR yang terdata di aplikasi.

"Memang sudah ada pelonggaran, tapi tentu bukan berarti kebebasan. Jadi pelonggaran itu pelonggaran yang bertanggung jawab. Anak-anak orang tuanya sudah divaksinasi semua dan kemudian orang tuanya pasti sudah memiliki aplikasi PeduliLindungi yang tidak berwarna hitam, mesti sudah hijau," terang Kepala Bidang Penanganan Kesehatan Satgas COVID-19, Alexander Ginting, dalam konferensi pers virtual, Selasa (21/9/2021)

"Kalau dia tidak berwarna hijau, masih hitam atau belum vaksinasi, tentu tidak diperbolehkan masuk. Ada pendekatan kekeluargaan. Orang tua yang membawa anak sudah mempunyai aplikasi yang hijau. Artinya kalau hijau, dia sudah divaksin dan tidak ada bukti lab yang menunjukan PCR dia positif (COVID-19)," lanjutnya.

Ditegaskan belum aman

Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr Aman Pulungan, menegaskan membawa anak masuk mal adalah hal berisiko untuk saat ini. Terlebih mengingat, usia di bawah 12 tahun belum masuk kelompok prioritas penerima vaksin COVID-19.

"Kalau ditanya aman atau tidak, ya pasti tidak aman. Karena tanpa anak-anak mal pasti sepi. Saat ini saya rasa belum aman (untuk anak di bawah 12 tahun)," ujarnya dalam diskusi di Instagram @IDAI, Rabu (21/9/2021).

"Memang sih pakai aplikasi PeduliLindungi, tapi beberapa kali aplikasinya nge-hang kan? Jelas anak itu belum imunisasi kalau dia ke mal," sambungnya.

Ia memahami diperbolehkannya anak-anak masuk mal adalah upaya memulihkan ekonomi. Namun dengan pelonggaran tersebut, pemerintah dan pihak terkait wajib mengantisipasi lonjakan kasus COVID-19, khususnya pada kelompok usia anak.

Setujukah Anda jika anak-anak 12 tahun ke bawah sudah boleh masuk mal? Tulis di kolom komentar!



Simak Video "Angka Infeksi Covid-19 Merosot Drastis, Satgas: Perjuangan Rakyat"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)