Rabu, 22 Sep 2021 11:35 WIB

1.296 Sekolah Catat Klaster Baru COVID-19, Siswa SD Paling Banyak Tertular

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Bekasi jadi salah satu daerah yang mulai gelar sekolah tatap muka. Protokol kesehatan pun diterapkan secara ketat guna cegah penyebaran virus Corona. Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas sudah dimulai di sejumlah sekolah. Tak sedikit yang mencatat klaster baru, infeksi COVID-19 terjadi di para siswa maupun mahasiswa, sehingga PTM kembali ditunda.

Berdasarkan catatan Kemendikbudristek per 20 September 2021 di 46.500 sekolah, ada 2,8 persen atau 1.296 sekolah yang melaporkan klaster COVID-19.

"Kasus penularan kira-kira 2,8 persen yang melaporkan," lapor Direktur Jenderal (Dirjen) PAUD dan Pendidikan Dasar Menengah Kemendikbudristek, Jumeri dalam diskusi daring Selasa (21/9/2021).

Jika dirinci, Jumeri menyebutkan klaster COVID-19 paling banyak terjadi di SD yaitu 2,78 persen. Berikut detailnya:

  • SD: 581 sekolah
  • SMP: 241 sekolah
  • SMA: 107 sekolah

Adapun jumlah kasus positif COVID-19 paling banyak dilaporkan di lingkungan SD dengan total guru dan tenaga kependidikan 3.174 orang positif COVID-19 dari 581 klaster sekolah. Sementara jumlah siswa yang positif COVID-19 berjumlah 6.908 orang.

Berikut detail laporan kasus positif COVID-19 selain SD:

SMP

Guru: 1.502 orang
Siswa: 794 orang

SMA

Guru: 1.915 orang
Siswa: 794 orang

SMK

Guru: 1.594 orang
Siswa: 609 orang.



Simak Video "Siapkah Indonesia Hadapi Varian Corona yang Lebih Ganas?"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/kna)