ADVERTISEMENT

Selasa, 30 Nov 2021 15:28 WIB

Hari AIDS Sedunia

Hari AIDS Sedunia, Kenali Gejala HIV-AIDS pada Wanita

Astika - detikHealth
Sejumlah warga dari berbagai organisasi berkumpul di kawasan CFD, Jakarta untuk memperingati Hari AIDS Sedunia. Separti apa momen aktivitasnya? Gejala HIV-AIDS pada wanita (Foto: Grandyos Zafna)
Jakarta -

HIV-AIDS bisa menyerang siapa saja, termasuk wanita mulai dari dewasa hingga bayi yang baru lahir. Peringatan Hari AIDS sedunia yang rutin diperingati setiap tanggal 1 Desember bisa menjadi momentum untuk meningkatkan kewaspadaan akan bahaya penyakit ini, salah satunya dengan mengenali gejala HIV-AIDS pada wanita.

Ternyata secara global, diperkirakan sekitar 17,8 juta wanita hidup dengan HIV pada tahun 2016 yang didominasi oleh wanita muda dan gadis remaja berusia 15 sampai 24 tahun.

Beberapa gejala HIV-AIDS mungkin berbeda pada wanita. Dikutip dari Medical News today, berikut gejala HIV-AIDS pada wanita:

1. Vagina terinfeksi jamur

Saat seseorang mengidap HIV-AIDS, maka ia akan lebih berisiko terkena infeksi jamur pada area vaginya. Berikut tanda saat terjadi infeksi:

  • Rasa terbakar di sekitar vagina
  • Terasa sakit saat berhubungan seks
  • Sakit saat buang air kecil
  • Terdapat cairan putih dan kental

2. Flu-like symptoms atau gejala seperti flu

Sesaat setelah terinfeksi HIV, sistem kekebalan tubuh akan memberi perlawanan terhadap virus. Berikut gejala yang biasanya timbul setelah 2 sampai 6 minggu virus menginfeksi:

  • Kelelahan
  • Sakit kepala
  • Demam ringan
  • Batuk
  • Bersin
  • Hidung meler dan tersumbat

3. Pembengkakan kelenjar getah bening

Saat terjadi infeksi HIV, virus akan terus berkembang biak dan menyebar ke bagian tubuh lainnya, salah satunya adalah kelenjar getah bening dan menyebabkan pembengkakan.

Pembengkakan tersebut menyebabkan pasien akan kesulitan menelan yang berlangsung dalam waktu beberapa hari hingga berbulan-bulan.

4. Gangguan menstruasi

Gangguan menstruasi merupakan salah satu gejala HIV-AIDS pada wanita yang khas. Biasanya akan terdapat keluhan seperti rasa nyeri menjadi lebih berat, kram, nyeri payudara hingga kelelahan.

5. Penurunan berat badan yang cepat

Jika seseorang dengan HIV tidak mendapat pengobatan antivirus, virus akan menyebabkan mual, diare, kehilangan nafsu makan hingga penyerapan makanan yang tidak maksimal. Akibatnya, pasien HIV akan mudah alami penurunan berat badan dengan cepat.

6. Perubahan kulit

Infeksi HIV dapat menyebabkan muncul bintik-bintik merah di kulit, mulut, kelopak mata, atau bahkan hidung. Selain itu, juga bisa ditemukan luka di mulut, alat kelamin, atau anus.

7. Perubahan suasana hati (mood)

Gejala HIV-AIDS pada wanita yang lainnya adalah kemungkinan risiko perubahan mood dan gangguan sistem saraf pada wanita. Akibatnya, wanita menjadi lebih berisiko depresi dan alami kesedihan yang mendalam.



Simak Video "WHO Soroti Ketimpangan Perawatan HIV di Hari AIDS Sedunia"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT