ADVERTISEMENT

Rabu, 01 Des 2021 06:25 WIB

Gara-gara Omicron, Inggris-AS Kembali Wajib 'Mask On'

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Portrait of young woman putting on a protective mask for coronavirus isolation Kembali 'Mask On' gara-gara Omicron (Foto: iStock)
Jakarta -

Penggunaan masker saat beraktivitas kembali diwajibkan di Inggris. Kebijakan ini diterapkan demi menangkal penularan COVID-19 varian terbaru, Omicron atau B.1.1.529.

Berlaku mulai Selasa (30/11/2021), penggunaan masker kembali diwajibkan di sarana transportasi umum dan di pertokoan, demikian juga di bank dan salon kecantikan.

Pendatang dari luar negeri juga diwajibkan untuk tes PCR 2 hari setelah kedatangan, serta harus melakukan isolasi hingga hasil tes PCR keluar. Aturan lebih ketat diterapkan bagi pendatang dari 10 negara Afrika bagian selatan.

Hingga saat ini, Inggris mencatat 11 kasus varian Omicron dan diperkirakan akan terus bertambah. Penting untuk mencegah penularan hingga diketahui pasti seberapa besar dampaknya pada risiko penularan maupun efektivitas vaksin.

"Langkah-langkah yang berlaku hari ini proporsional dan bertanggung jawab, dan akan memberi kita waktu untuk menghadapi varian baru," kata Perdana Menteri Boris Johnson, dikutip dari Reuters.

Menurut Boris, kebijakan ini akan ditinjau ulang setelah 3 pekan. Namun yang pasti, vaksinasi dinilai telah membantu menjadikan situasi lebih baik dibanding tahun lalu.

Kebijakan serupa juga diterapkan di Kota New York, Amerika Serikat. Demi mencegah penularan varian Omicron, walikota Bill De Blasio kembali mewajibkan masker di tempat-tempat umum.



Simak Video "Varian Omicron 5 Kali Lipat Lebih Cepat Menular Dibanding Delta"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT