Kamis, 23 Des 2021 05:31 WIB

Bukan Omicron, Puluhan Warga Klaten Diserang Chikungunya

Achmad Syauqi - detikHealth
Chikungunya di klaten Warga Klaten diserang Chikungunya (Foto: Achmad Syauqi/detikHealth)
Klaten -

Warga di dua RT di Dusun Patoman, Desa Kedungampel, Kecamatan Cawas, Klaten, Jawa Tengah dipusingkan merebaknya penyakit chikungunya. Puluhan warga diserang secara bergantian.

"Total sampai hari ini yang terkena ada sekitar 40 an orang. Yang hari ini masih bergejala tersisa 5 orang karena yang lainnya sudah tidak ada gejala," ungkap Kepala Puskesmas Cawas I, Dokter Ambar Retnoningsih pada wartawan di kantornya, Rabu (22/12/2021) siang.

Dijelaskan Ambar, gejala serangan chikungunya itu terdeteksi mulai awal bulan Desember. Beberapa warga mengeluh demam sampai nyeri sendi.

"Minggu pertama bulan Desember ada beberapa warga mengeluh demam, nyeri sendi, kemudian ada ruam di tangan dan kaki," terang Ambar.

Menurut Ambar, 40 warga itu tidak terserang satu tahap tapi bersambung dari warga satu ke warga lainnya. Dari satu rumah ke warga lainnya.

"Itu (40 orang) tidak langsung terserang 40 orang. Gejalanya dari rumah satu ke rumah lain karena chikungunya menular melalui nyamuk Aedes aegypti," papar Ambar.

Setelah mendapatkan laporan itu, sambung Ambar, Puskesmas berkoordinasi dengan tim epidemiologi, bidan dan desa. Kemudian dilanjutkan penyelidikan epidemiologi.

"Kita ke lapangan, kita data dan dilakukan penyelidikan epidemiologi. Dan ditemukan jentik nyamuknya, lalu kita adakan penyuluhan di lokasi," ucap Ambar.

Namun karena jumlah warga yang terjangkit di atas 15 orang, tambah Ambar, dilakukan pengasapan. Fooging dilakukan setelah ada kesepakatan bersama.

"Karena lebih dari 15 orang, dari kesepakatan dilakukan fooging hari ini untuk tahap pertama. Tapi tetap kita minta warga PSN, menjaga kebersihan dan pemberantasan sarang nyamuk," pungkas Ambar.

Ketua RT 02, Dusun Patoman, Desa Kedungampel, Wiyanto (38) mengatakan ada sekitar 40 orang dan yang dirawat satu orang. Warga sebagian sudah membaik.

"Sudah membaik sebagian setelah beberapa hari. Menularnya sangat cepat sekali," ungkap Wiyanto pada detikcom.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "KuTips: Cara Merawat Raket Nyamuk Biar Nggak Rusak! "
[Gambas:Video 20detik]