Selasa, 28 Des 2021 14:57 WIB

Yakin Cuma Transmisi Lokal? Pakar Yakini Omicron RI Sudah Transmisi Komunitas

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
wooden blocks with the word omicron surrounded by wooden figurines as symbol for covid-19 crisis Transmisi lokal Omicron cuma puncak gunung es? (Foto: Getty Images/iStockphoto/Thomas Stockhausen)
Jakarta -

Indonesia resmi melaporkan kasus transmisi lokal Omicron di Jakarta per Selasa (27/12/2021). Pasien diketahui tidak memiliki riwayat perjalanan ke luar negeri selama beberapa bulan terakhir.

Ahli epidemiologi Universitas Griffith Australia Dicky Budiman menyebut kemungkinan besar sudah ada transmisi komunitas Omicron di Indonesia. Sederhananya, negara dengan pemberlakuan ketat terkait COVID-19 di Australia saja sudah melaporkan transmisi komunitas.

"Sekali lagi kalau ini sebetulnya sulit untuk menghindari kemungkinan bahwa kita belum di komunitas, itu sesuatu yang rasanya sulit ya," beber Dicky kepada detikcom Selasa (27/12/2021).

"Wong di sini saja Australia begitu ketat terjadi apalagi kita di Indonesia yang 3T-nya belum kuat, ya itu kemungkinan besar terjadi," sambungnya.

Meski begitu, respons penanganan COVID-19 sebetulnya tetap sama. Hal yang paling krusial menurutnya adalah tracing dan isolasi kasus dengan ketat.

Hal ini bisa memastikan risiko penularan Omicron tidak semakin meluas. Terlebih beberapa daerah yang belum mencapai vaksinasi dua dosis diimbau Dicky untuk segera menyelesaikan targetnya, khususnya di kelompok rentan.

Pertumbuhan eksponensial

Berkaca pada apa yang terjadi di banyak negara, Dicky menggambarkan Omicron cenderung memiliki pertumbuhan eksponensial. Karenanya, infeksi Omicron yang belum dilaporkan dalam jumlah banyak bisa jadi seperti fenomena puncak gunung es.

"Pada gilirannya ketika ini terjadi kan sebenarnya fenomena puncak gunung es dan satu hal yang sekali lagi penting adalah kita harus mengetahui benar pertumbuhan eksponensial," beber Dicky.

"Dan omicron sejauh ini memiliki pertumbuhan yang eksponensial, artinya akan jadi banyak orang yang masuk dalam kasus kontak, jadi kalau dalam kaitan ini ya saran saya tetap isolasi, karantina, dengan kasus kontaknya," pungkas dia.



Simak Video "Jangan Euforia Dulu! Epidemiolog Minta Waspada soal BA.2"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)