Selasa, 28 Des 2021 16:13 WIB

RI Temukan Transmisi Lokal Omicron, Apa Bedanya dengan Transmisi Komunitas?

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Strips of newspaper with the words Omicron and Covid-19 typed on them. Omicron variant of COVID-19. Black and white. Close up. Varian Omicron (Foto: Getty Images/iStockphoto/Professor25)
Jakarta -

Kementerian Kesehatan RI mengumumkan temuan kasus transmisi lokal varian Omicron, Selasa (28/12/2021). Namun sejauh ini, belum ditemukan bukti telah terjadi transmisi komunitas.

Sementara itu, pakar epidemiologi Universitas Griffith Australia Dicky Budiman menyebut kemungkinan besar sudah ada transmisi komunitas Omicron di Indonesia. Terlebih, pasien Omicron yang lolos dari karantina Wisma Atlet sempat jalan-jalan ke ruang publik, mal hingga restoran.

"Sekali lagi kalau ini sebetulnya sulit untuk menghindari kemungkinan bahwa kita belum di komunitas, itu sesuatu yang rasanya sulit ya," beber Dicky kepada detikcom Selasa (27/12/2021).

"Wong di sini saja Australia begitu ketat terjadi apalagi kita di Indonesia yang 3T-nya belum kuat, ya itu kemungkinan besar terjadi," sambungnya.

Sebenarnya apa itu community transmission?

Dicky menjelaskan community transmission adalah penularan dalam level komunitas. Artinya, sudah terjadi infeksi di masyarakat luas, bahkan kerap tidak disadari.

Level community transmission ini patut menjadi perhatian karena infeksi penyakit atau dalam kasus ini Omicron bisa menyebar sedemikian rupa sehingga penularannya tidak diketahui seperti fenomena gunung es.

Terlebih, Omicron erat kaitannya dengan pertumbuhan kasus eksponensial.

"Omicron sejauh ini memiliki pertumbuhan yang eksponensial, artinya akan jadi banyak orang yang masuk dalam kasus kontak, jadi kalau dalam kaitan ini ya saran saya tetap isolasi, karantina, dengan kasus kontaknya," pungkas dia.



Simak Video "Dokter Paru Jelaskan Alasan 89% Gejala Omicron Batuk Kering"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)