ADVERTISEMENT

Jumat, 31 Des 2021 05:26 WIB

Round Up

Data Omicron RI: Terbanyak dari Turki, 74 Persen Sudah Vaksin Lengkap

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Omicron Corona Virus Variant Kasus Omicron di Indonesia (Foto: Getty Images/iStockphoto/MCCAIG)
Jakarta -

Hingga saat ini tercatat ada 68 kasus COVID-19 varian Omicron di Indonesia. Data menunjukkan, mayoritas berasal dari Turki dan Arab Saudi, tak bergejala dan sebagian besar sudah vaksinasi lengkap.

Organisasi kesehatan dunia (WHO) pada 23 Desember 2021 menyimpulkan, varian Omicron memiliki karakteristik penularan yang lebih cepat dibanding varian Delta. Karakteristik ini muncul di negara yang sudah mengalami transmisi komunitas.

Tingkat keparahan Omicron terwakili dengan 29 kasus kematian di Inggris. Risiko pertawatan gawat darurat diperkirakan 15-25 persen lebih rendah dibanding varian Delta, dan rawat inap 1 hari atau lebih akibat Omicron 40-45 persen lebih rendah.

Para ilmuwan juga menyimpulkan, mutasi pada varian Omicron menguraingi efektivitas antibodi monoklonal termasuk Ronapreve (kombinasi Casirivimab dan Imdevimab). Data awal menunjukkan antibodi Sotrovimab masih bisa menghambat Omicron.

Beberapa fakta penularan Omicron di Indonesia, dikutip dari siaran pers Kementerian Kesehatan RI, terangkum sebagai berikut.

Terbanyak dari Turki dan Arab Saudi

Sejauh ini, hampir semua kasus Omicron yang terkonfirmasi merupakan pelaku perjalanan luar negeri. Hanya ada 3 kasus yang tertular di dalam negeri, meski hanya 1 kasus yang diklaim sebagai penularan lokal.

"Dalam waktu dua minggu (26 Desember 2021), 46 kasus Omicron terdeteksi di Indonesia. 15 orang di antaranya (32,6 persen) merupakan pelaku perjalanan dari Turki," tulis Kemenkes.

Beberapa negara asal pelaku perjalanan para pasien Omicron di Indonesia:

  • Turki
  • Uni Emirat Arab
  • Arab Saudi
  • Jepang
  • Malaysia
  • Malawi
  • Republik Kongo
  • Spanyol
  • Amerika Serikat
  • Kenya
  • Korea Selatan
  • Mesir
  • Nigeria

Mayoritas sudah vaksin lengkap

Para pakar menduga, mutasi pada varian Omicron menyebabkan efektivitas vaksin COVID-19 melemah. Terbukti, sebagian besar kasus yang ditemukan adalah pasien yang sudah vaksinasi lengkap.

"Sebanyak 74 persen kasus Omicron sudah divaksin lengkap," tulis Kemenkes.

Data lengkap status vaksinasi pasien Omicron di Indonesia:

  • 51 orang sudah divaksinasi lengkap
  • 7 orang belum divaksinasi
  • 6 orang baru divaksinasi satu dosis
  • 4 orang belum diketahui status vaksinasinya

Jenis vaksin COVID-19 yang digunakan:

  • Sinovac 30 persen
  • Pfizer 30 persen
  • AstraZeneca 17 persen
  • Sinopharm 7 persen
  • Johnson & Johnson 5 persen
  • Moderna 3 persen
  • Lainnya 5 persen.

Mayoritas pasien Omicron di Indonesia adalah pria usia 40-49 tahun, ada yang hiperkoagulopati. Selengkapnya di halaman berikut.

Tonton juga: Kisah dr Rinal Iklhas Melayani Tanpa Uang

[Gambas:Video 20detik]




Selanjutnya
Halaman
1 2

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT