Senin, 24 Jan 2022 18:50 WIB

Gejala Omicron Mirip Flu Biasa, Luhut Sarankan Batuk-Pilek Langsung Tes COVID

Vidya Pinandhita - detikHealth
Aturan PCR Naik Pesawat Masih Berlaku, Untuk Siapa Saja? Pesan Luhut soal Omicron. (Foto: Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta -

Menyikapi peningkatan kasus COVID-19 RI akibat varian Omicron, pemerintah mengimbau masyarakat untuk segera melakukan pemeriksaan COVID-19 dan pembatasan aktivitas tatap muka apabila mengalami sejumlah gejala COVID-19, khususnya varian Omicron. Pasalnya, gejala akibat infeksi varian diketahui amat mirip dengan gejala flu biasa.

"Mengingat gejala Omicron yang ringan dan sulit dibedakan dengan flu dan batuk biasa, pemerintah mengimbau masyarakat untuk segera melakukan testing bila merasakan gejala tersebut," kata Menko Marinves Luhut Binsar Pandjaitan dalam konferensi pers virtual terkait Hasil Rapat Terbatas 'Evaluasi PPKM', Senin (24/1/2022).

"(Serta) tidak pergi ke area publik, atau melakukan isolasi mandiri bila terdapat gejala ringan seringan apa pun," sambungnya.

Dalam kesempatan lainnya, Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) menjelaskan hal senada terkait gejala infeksi Omicron yang amat mirip dengan flu biasa.

Namun ditegaskan, hal ini tak boleh membuat masyarakat lengah. Meski pada kebanyakan kasus gejala Omicron relatif lebih ringan dibanding infeksi varian Corona lainnya, masyarakat tetap diwajibkan menggunakan masker dan melakukan isolasi jika mengalami gejala Omicron.

Sebab pada kelompok rentan yakni lansia, pengidap komorbid, dan anak-anak, infeksi varian Omicron tetap bisa menimbulkan gejala berat hingga risiko kematian.

"Gejalanya mirip memang (dengan flu biasa) batuk, pilek, hidung tersumbat kemudian cairan di hidung atau meler, dan juga rasa lesu, lemah, demikian kadang demam, ini mirip flu biasa," terang Ketua Pokja Infeksi Pengurus Pusat PDPI dr Erlina Burhan dalam konferensi pers virtual bertajuk 'Perkembangan Terkini kasus COVID-19 varian Omicron', Senin (24/1).

"Tapi khusus Omicron, terutama untuk lanjut usia, orang dengan penyakit komorbid atau penyerta, dan anak-anak memerlukan perhatian khusus. Kalau derajat berat penyakit itu bukan ringan, maka sebaiknya dirawat," pungkasnya.



Simak Video "Simak Lagi! Ini 4 Derajat Keparahan Gejala Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)