ADVERTISEMENT

Senin, 11 Apr 2022 19:01 WIB

Kata Pakar soal Potensi Gelombang Baru COVID-19 di Dunia Imbas Varian XE

Vidya Pinandhita - detikHealth
Ilustrasi Omicron Foto: Shutterstock
Topik Hangat Geger Omicron XE
Jakarta -

Rekombinan varian Omicron BA.1 dan BA.2, varian XE, kini menjadi perbincangan hangat di dunia. Meski disebut-sebut menular lebih cepat dibanding BA.2 alias 'Omicron siluman', sejumlah pakar menyebut varian ini tak berpotensi memicu gelombang baru COVID-19.

"Meskipun varian (XE) telah ditemukan di Inggris sejak Januari 2022, lebih sedikit kasus keparahan di seluruh dunia, ini kabar yang menggembirakan," ujar dr Charu Dutta Arora Asian Institute of Medical Sciences, dikutip dari Hindustan Times, Senin (11/4/2022).

"Ini berarti kekhawatirannya rendah dan maka itu, orang yang terinfeksi varian Omicron sebelumnya masih memiliki cukup antibodi yang beredar sebagai pelindung mereka. Mekanisme pertahanan," imbuhnya.

Ia mengatakan kasus pertama infeksi varian XE di India memang belum lama ini terdeteksi di Mumbai. Akan tetapi, hingga kini India belum mencatat peningkatan tren kasus COVID-19.

"Di India, kasus pertama varian XE ditemukan di Mumbai. Namun tingkat positifnya belum menunjukkan tren yang meningkat," beber dr Arora.

"Jadi, kemungkinan terjadinya gelombang karena varian ini patut dipertanyakan. Namun, vaksinasi masih menjadi pertahanan terbaik. Seseorang harus divaksinasi dosis kedua ditambah kehati-hatian mereka," pungkasnya.

Mengingat, varian XE pertama kali dideteksi di Inggris pada 19 Januari 2022. Susan Hopkins dari Badan Keamanan Kesehatan Inggris menyebut hingga kini tingkat keparahan dan kemampuan varian XE kabur dari proteksi vaksin COVID-19 belum diketahui secara pasti.

"(Varian XE) telah menunjukkan tingkat pertumbuhan yang bervariasi dan kami belum dapat memastikan apakah ia memiliki keunggulan pertumbuhan," ujarnya dalam pernyataan resmi, dikutip dari USA Today, Minggu (10/4).

"Sejauh ini tidak ada cukup bukti untuk menarik kesimpulan tentang penularan, tingkat keparahan, atau efektivitas vaksin," pungkasnya.



Simak Video "Heboh Varian Baru XE, WHO Sebut Lebih Menular Dibanding Omicron BA.2"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/fds)
Topik Hangat Geger Omicron XE

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT