ADVERTISEMENT

Sabtu, 16 Apr 2022 15:00 WIB

Terpopuler Sepekan

BPOM Setop Peredaran Kinder Joy, Masyarakat Diminta Tak Konsumsi

Vidya Pinandhita - detikHealth
kinder joy Foto: Vidya Pinandhita/detikHealth
Jakarta -

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI menyetop sementara peredaran produk cokelat Kinder. Pasalnya di sejumlah negara, produk tersebut terbukti terkontaminasi bakteri Salmonella. Meski di Indonesia belum ada temuan kontaminasi serupa, BPOM tetap melakukan penyetopan sebagai langkah kehati-hatian.

"Produk dari Kinder tersebut yang ditarik oleh institusi Belgia itu tidak diedarkan di Indonesia. Dia tidak mendapatkan izin edar di Indonesia. Bisa jadi yang tidak mendapat izin edar bisa saja secara online karena hal itu bisa jadi dengan situasi masyarakat sekarang ada peredaran online," ujar Kepala BPOM, Penny K Lukito, saat ditemui detikcom di Jakarta Pusat, Kamis (14/4/2022).

"Tapi yang secara resmi, mendapat izin edar dari BPOM dan beredar, secara resmi bukan yang berasal dari fasilitas produksi yang sama dengan di Belgia," sambungnya.

Hingga kini, asal muasal kontaminasi Salmonella di produk Kinder masih dalam pencarian. Namun mengingat Salmonella yang umumnya berada di air, Penny menyinggung potensi kendala higienitas pada proses produksi produk tersebut.

Apa efek infeksi Salmonella?

Penny menyorot, produk cokelat Kinder berbentuk telur tersebut paling banyak dikonsumsi oleh anak-anak. Infeksi bakteri Salmonella bisa menyebabkan masalah pada pencernaan.

"Bakteri Salmonella ini menyebabkan masalah kesehatan pencernaan. Menyebabkan diare," terang Penny.

"Ini sebenarnya adalah bakteri yang common ada saya kira di dalam waterborne disease juga ini termasuk. Jadi kita perlu berhati-hati jangan sampai ini menimbulkan korban," imbuhnya.

Masih Dikaji BPOM

Hingga kini, pihaknya belum menerima laporan perihal gejala yang muncul pasca mengkonsumsi produk Kinder. Namun sebagai langkah hati-hati, pihaknya melakukan pengkajian sampling di seluruh wilayah Indonesia untuk memastikan produk Kinder yang beredar di Indonesia bebas dari kontaminasi Salmonella.

"Kita melakukan segera sampling pengujian, sudah dilakukan hasilnya minggu ketiga (April 2022) akan keluar. Kalau ternyata memang berdasarkan sampling itu tidak ada indikasi adanya kontaminasi, tidak ada sama sekali bakteri Salmonella di dalam sampling yang diuji, nanti akan kita rilis lagi," terang Penny.

"Nggak, belum ada (laporan efek Salmonella pasca mengkonsumsi produk Kinder). Mudah-mudahan tidak ada," pungkasnya.



Simak Video "Respons Tubuh saat Konsumsi Makanan yang Terkontaminasi Salmonella"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT