Minggu, 24 Apr 2022 09:08 WIB

Diphallia: Gejala dan Penyebab Pria Punya Mr P Ganda

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Two ripe yellow bananas on the old rough scratched wooden boards background surface. Top view Ilustrasi diphallia (Foto: Getty Images/iStockphoto/PAVEL IARUNICHEV)
Jakarta -

Diphallia atau difalia merupakan kondisi langka yang membuat seorang pria punya penis ganda. Diperkirakan terjadi pada 1 di antara 5-6 juta bayi laki-laki meski faktanya baru ada 100 kasus yang terdokumentasi dalam 400 tahun sejak kasus pertama dikenali secara medis.

Diphallia sendiri pada dasarnya tidak berbahaya. Meski demikian, punya dua penis kerap berhubungan juga dengan berbagai kondisi yang memicu masalah medis. Di antaranya, kelainan bawaan termasuk masalah pencernaan dan saluran kemih.

Gejala

Seorang bayi laki-laki yang lahir dengan diphallia dapat dikenali dari penis, scrotum (kantong buah zakar), atau buah zakarnya. Sekitar 80-99 persen pria dengan diphallia mengalami satu atau lebih dari gejala berikut:

  • penis terbelah dua bagian (penile duplication)
  • scrotum terbelah menjadi dua (cleft scrotum)

Sekitar 30-79 persen pria dengan diphallia mengalami salah satu atau lebih dari gejala berikut:

  • anal atresia
  • distal urethral duplication
  • ectopic scrotum (posisi scrotum yang tidak normal)

Berikut ini gejala yang paling jarang ditemukan pada diphalia, hanya dialami 5-29 persen pengidapnya:

  • rotasi ginjal abnormal
  • produksi sperma abnormal
  • tulang pubis abnormal
  • kelainan atrial septal
  • ekstrofi kandung kemih
  • cryptochidism, atau testis tidak turun
  • saluran kemih ganda
  • epispadia, atau posisi ujung saluran kemih yang tidak normal
  • ginjal ekstra

Penyebab dan faktor risiko

Diphallia merupakan kondisi genetik bawaan (congenital), yang artinya berhubungan dengan faktor yang tidak bisa dikendalikan. Tidak ada satu faktor risiko yang diketahui sehingga tidak ada langkah pencegahan yang bisa dilakukan. Tidak ada cukup kasus untuk membuat kesimpulan.

Pengobatan

Satu-satunya cara mengatasi diphallia adalah dengan intervensi bedah. Biasanya dilakukan dengan memotong salah satu phallus dan saluran kemihnya. Namun operasi tidak selalu dibutuhkan.



Simak Video "Vaginismus Bisa Jadi Pemicu 'Pasangan Gancet'"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)