Sabtu, 30 Apr 2022 08:16 WIB

Dokter Ingatkan Pentingnya Sungkeman Saat Lebaran Tetap Pakai Masker

Razdkanya Ramadhanty - detikHealth
Ilustrasi mudik atau silaturahmi Lebaran Foto: Getty Images/iStockphoto/ferlistockphoto
Jakarta -

Umat Islam di Indonesia menjadikan Hari Raya Idul Fitri sebagai salah satu momen untuk bersilaturahmi. Biasanya, masyarakat berkunjung ke rumah saudara untuk melakukan tradisi sungkeman atau salaman dan cium tangan kepada orang yang lebih tua.

Lantas, bagaimana jika kita ingin tetap melakukan tradisi sungkeman di masa pandemi COVID-19?

Kepala Program Studi Spesialis Kedokteran Keluarga Layanan Primer Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK UI) dr Dhanasari Vidiawati meminta masyarakat untuk tetap menggunakan masker saat sungkeman di Hari Raya Idul Fitri nanti. Ini berguna untuk meminimalisir penyebaran virus COVID-19 saat melakukan cium tangan.

"Cium tangan yang aman, kita tetap pakai masker. Kita cium tangannya orangtua kita tetap pakai masker dan tidak usah pegang tangannya," kata dr Dhanasari dikutip dari siaran YouTube BNPB, Rabu (27/4/2022).

dr Dhanasari mengakui, mengabaikan tradisi sungkeman merupakan suatu yang sulit dilakukan. Tetapi hal itu bisa membantu orang tua terhindar dari infeksi COVID-19.

Sehingga ia mengingatkan, sebelum mencium tangan orang tua harus sediakan hand sanitizer. Kemudian setelah melakukan sungkeman, tangan orang tua harus langsung segera langsung dibersihkan menggunakan sabun cuci tangan atau hand sanitizer.

Kendati demikian, dr Dhanasari menekankan, kegiatan sungkeman tidak terlalu dianjurkan. Ia menyarankan sungkeman diganti dengan memberi salam jarak jauh.

"Jadi walaupun kita boleh pulang kampung, kita tetap nggak usah jabat tangan, nggak usah cipika-cipiki dulu karena itu ternyata juga membawa risiko yang sangat tinggi untuk penularan," imbau dr Dhanasari.



Simak Video "Mengenal Post-Holiday Blues yang Bikin Kamu Mager Kerja Usai Liburan"
[Gambas:Video 20detik]
(any/kna)
dMentor
×
Gimmick Marketing
Gimmick Marketing Selengkapnya