Senin, 23 Mei 2022 16:00 WIB

Mungkinkah Penyebaran Cacar Monyet Bisa Secepat COVID-19? Ini Kata Pakar

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Ilustrasi cacar monyet Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/ZEEDIGN
Jakarta -

Kasus cacar monyet atau monkeypox kini semakin menyebar ke banyak negara. Per Sabtu (21/5/2022), Organisasi Kesehatan Dunia mencatat sudah ada 92 kasus konfirmasi cacar monyet dan 28 kasus lain yang masih diselidiki di 12 negara di dunia.

WHO juga memperkirakan akan ada lebih banyak kasus terkait cacar monyet ini. Apakah penularan penyakit ini akan secepat pandemi COVID-19 sebelumnya?

Menanggapi ini, pakar epidemiologi Dicky Budiman dari Universitas Griffith Australia mengatakan penyebaran cacar monyet masih jauh lebih lambat dari COVID-19.

"Sebetulnya, kecepatannya jauh lebih lambat daripada COVID-19. Kenapa terkesan cepat, sebetulnya karena deteksinya yang lambat dan masa inkubasi yang lama, bisa sampai 3 minggu," jelas Dicky melalui pesan singkat yang diterima detikcom, Senin (23/5/2022).

"Itu yang menyebabkan cacar monyet ini bisa menyebar di komunitas. Yang artinya, transmisi di komunitas bisa sudah terjadi dan baru terdeteksi," lanjutnya.

Apakah Cacar Monyet Ini Sangat Berbahaya?

Menurutnya, cacar monyet ini tidak lebih berbahaya jika dibandingkan dengan smallpox (cacar). Namun, penyakit ini bisa berbahaya jika dialami oleh ibu hamil, anak-anak terutama bayi, dan orang dengan masalah imunitas (immunocompromised).

"Ini bisa sangat berbahaya dan fatal, artinya bisa sampai parah hingga menyebabkan kematian," imbuhnya.

Selain itu, Dicky mengatakan cacar monyet ini juga bisa menyebabkan komplikasi yang serius. Biasanya terjadi pada kasus yang berat, seperti mengalami gangguan penglihatan.

Dicky menjelaskan meski gejala yang muncul tergolong ringan, seperti muncul lesi seperti cacar itu bisa mengganggu sekali. Terutama jika lesi itu muncul pada wajah.

"Dan satu hal yang harus diingat, meski bergejala ringan misal timbul lesi seperti cacar dan bisa pulih kurang lebih dalam 3-4 minggu, tapi jumlah lesi yang timbul terutama pada wajah ini menjadi masalah dalam penampilan karena akan meninggalkan bekas," pungkasnya.



Simak Video "Laporan Terkini WHO soal Kasus Konfirmasi Cacar Monyet di Dunia"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/fds)