ADVERTISEMENT

Rabu, 01 Jun 2022 11:16 WIB

Disebut Gagalkan Calon Bintara Polri, Seperti Apa Penglihatan Buta Warna Parsial?

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Asian, Indian young woman rubbing her eye and holding eyeglasses. She is suffering with aching eyes while working long hours on computer at home. Ilustrasi buta warna parsial (Foto: iStock)
Jakarta -

Buta warna parsial baru-baru ini sempat viral di media sosial. Pasalnya, kondisi ini disebut-sebut menjadi penyebab Fahri Fadillah Nur Rizky (21) gagal mengikui pendidikan calon bintara Polri.

Awalnya, kisah gagalnya itu disebut karena 'ditukar siswa yang gagal'. Namun, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes E Zulpan mengungkap penyebab sebenarnya adalah buta warna parsial.

"Berdasarkan surat dari Mabes Polri sebelum para peserta mengikuti pendidikan, ada kegiatan supervisi yang dilakukan terhadap para peserta yang sudah lulus," katanya dalam konferensi pers, Senin (30/5/2022).

"Kemudian supervisi yang dipimpin ketua tim menyebutkan yang bersangkutan tidak memenuhi syarat dengan temuan buta warna parsial," jelasnya.

Penglihatan buta warna parsial

Buta warna parsial atau defisiensi penglihatan merupakan ketidakmampuan mata dalam membedakan corak warna. Buta warna parsial bukan berarti tidak bisa melihat warna sama sekali, melainkan hanya terbatas pada warna-warna tertentu, misalnya merah-hijau atau biru-kuning.

Penglihatan buta warna parsial kemungkinan besar terjadi akibat kurangnya pigmen warna dalam mata, sehingga ada beberapa jenis warna yang tidak mampu ditangkap oleh mata. Di dalam mata terdapat fotoreseptor berbentuk kerucut yang berisikan pigmen-pigmen peka cahaya guna mengenali warna.

Masing-masing kerucut memiliki kepekaan terhadap cahaya merah, hijau, atau biru. Kerucut dapat mengenali warna dengan cara menangkap gelombang panjang yang masuk dalam mata.

Kebanyakan kasus, seseorang yang mengidap buta warna parsial susah membedakan warna merah-hijau dibandingkan biru-kuning. Di sisi lain, pengidap buta warna parsial biru-kuning cenderung jarang terjadi. Dan jika terjadi dapat lebih parah dibandingkan pengidap buta warna merah-hijau.

Hal tersebut terjadi karena seseorang yang buta warna biru-kuning biasanya juga memiliki buta warna merah-hijau sehingga warna akan terlihat netral atau abu-abu.



Simak Video "Inggris Jadi Negara Pertama yang Setujui Vaksin Khusus Omicron"
[Gambas:Video 20detik]
(suc/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT