ADVERTISEMENT

Kamis, 14 Jul 2022 20:31 WIB

Bisa Picu Cold Burn, Ini Pertolongan Pertama Jika 'Terbakar' Nitrogen Cair

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Pedagang Ice Smoke di arena PRJ, saat ditemui detikHealth. Ilustrasi ice smoke (Foto: Mochammad Fajar Nur/detikHealth)
Jakarta -

Bocah usia 5 tahun asal Ponorogo, AH, mendadak disorot publik. Ia disebut mengalami luka bakar 30 persen akibat kobaran api dari ice smoke, jajanan yang diolah dengan nitrogen cair. Sampai saat ini masih belum dipastikan dari mana asal api tersebut, mengingat nitrogen cair yang digunakan untuk ice smoke sifatnya tidak flammable.

Namun, bukan berarti nitrogen cair tak berbahaya. Suhu dingin yang dihasilkan tetap bisa memicu 'luka bakar' yang disebut 'cold burn' atau 'frostbite' jika mengalami kontak langsung dengan kulit. Menurut dokter spesialis kulit dan klamin dari DNI Skin Centre, Dr dr Darma, SPKK(K), FINSDV, FAADV, cold burn atau luka bakar dingin merupakan kerusakan lokal pada kulit dan jaringan lainnya akibat pembekuan. Luka bakar dingin ini dapat terjadi melalui sejumlah faktor, seperti paparan dingin yang berkepanjangan.

Penjual Ice Smoke Nitrogen CairPenjual Ice Smoke Nitrogen Cair Foto: Mochammad Fajar Nur/detikHealth

Adapun pertolongan utama yang harus dilakukan apabila seseorang mengalami cold burn, yaitu penghangatan yang dapat dilakukan segera. Area yang cedera dapat dihangatkan dengan air hangat dengan suhu 37- 39 derajat celcius, namun penghangatan dengan suhu yang lebih tinggi tidak direkomendasikan karena dapat menyebabkan cedera termal.

Hindari juga menggosok daerah yang cedera lantaran bisa memperburuk kondisi, serta bisa mengkonsumsi obat-obatan seperti ibuprofen atau parasetamol untuk mengurangi gejala nyeri.

"Penghangatan dengan suhu yang lebih tinggi tidak direkomendasikan karena dapat menyebabkan cedera termal. Hindari Menggosok daerah yang cedera untuk menghangatkan karena dapat memperburuk cedera. Selain itu untuk mengurangi rasa nyeri dapat diberikan obat- obatan untuk mengurangi rasa nyeri, seperti ibuprofen atau paracetamol," sambung dr Darma.

Berbeda dengan pertolongan pertama untuk seseorang yang mengalami heat burn atau luka bakar akibat panas api dan lainnya.

Menurut dr Darma, langkah seseorang yang mengalami luka bakar atau heat burn adalah menghentikan paparan dan memindahkan pasien ke area yang lebih aman, kemudian area luka bakar harus dibilas dengan air yang mengalir. Hal ini berguna untuk mendinginkan luka dan mengurangi penyebaran panas ke kulit yang lebih dalam dan rasa nyeri.

Ia juga menegaskan penggunaan 'obat alami', seperti mentega, lemon, bawang, dan lainnya tidak dianjurkan untuk mengobati luka bakar lantaran bisa merusak jaringan lebih lanjut.

"Penggunaan 'pengobatan rumahan' seperti mentega, lemon, pasta gigi, bawang, kecap, tidak dianjurkan karena akan merusak jaringan lebih lanjut. Segera bawa pasien ke fasilitas layanan kesehatan selanjutnya," kata dr Darma.



Simak Video "Seputar Vaksin AWcorna 'Lokal' yang Dapat Izin BPOM RI"
[Gambas:Video 20detik]
(suc/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT