Viral Konsumen Es Teh Kekinian Disomasi, Ini Wanti-wanti Pakar IDI Soal Gula!

ADVERTISEMENT

Viral Konsumen Es Teh Kekinian Disomasi, Ini Wanti-wanti Pakar IDI Soal Gula!

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Minggu, 25 Sep 2022 18:03 WIB
Ilustrasi Boba
Ilustrasi minuman manis. (Foto: Getty Images/iStockphoto/tatchai)
Jakarta -

Baru-baru ini viral seorang konsumen es teh kekinian disomasi usai protes terkait kandungan gula dalam satu minuman tersebut. Meski konsumen ini belakangan meminta maaf, cuitannya terlanjur viral dan banyak publik yang kemudian mengkhawatirkan kandungan gula di minuman berpemanis.

Spesialis penyakit dalam subspesialis hematologi-onkologi (kanker) dari Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof Zubairi Djoerban menekankan kandungan gula dan rasa manis dalam minuman maupun makanan tidak berbahaya, selama tidak dikonsumsi berlebihan.

"Tapi, bukan cuma rasa manisnya yang jadi concern, namun cermati juga kadar gula tambahan di dalam makanan atau minuman itu," terang Prof Zubairi dalam akun Twitter pribadinya, dikutip detikcom atas izin yang bersangkutan.

Ia kemudian mengimbau konsumen untuk selalu melihat komposisi gula pada minuman dan makanan di label produk. Adapun sejumlah kandungan gula yang perlu diperhatikan yakni seperti corn syrup, dekstrosa, fruktosa, glukosa, laktosa, dan lainnya.

Prof Zubairi mengaku konsumen memang kerap sulit mencermati kandungan gula dalam minuman maupun makanan. Hal ini sebenarnya bisa diatasi dengan tambahan label gula pada setiap produk, berkaca pada apa yang dilakukan Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA).

"Makanya FDA itu mengembangkan label makanan baru yang mencantumkan gula tambahan secara terpisah. Gula tambahan itu harus dipasang produsen sehingga konsumen terbantu untuk mengeceknya," terang dia.

Seseorang disebutnya bisa kecanduan gula akibat beragam faktor, salah satunya kurang tidur dan stres berkepanjangan. "Kondisi ini bikin tubuh mengeluarkan hormon kortisol. Hormon ini meningkatkan keinginan kita untuk mengonsumsi makanan dan minuman manis," sambung dia.

Mengonsumsi gula menurut Prof Zubairi, melepaskan dopamin dalam tubuh sehingga muncul rasa kesenangan untuk kembali mengonsumsinya. "Dan frekuensinya akan meningkat. Banyak studi yang membahas ini," pesan dia.



Simak Video "Takaran Gula Tambahan yang Aman Dikonsumsi dalam Sehari"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT