Gaduh Es Teh Kekinian Somasi Pelanggan, Pakar IDI Wanti-wanti Kecanduan Gula

ADVERTISEMENT

Sugar Craving

Gaduh Es Teh Kekinian Somasi Pelanggan, Pakar IDI Wanti-wanti Kecanduan Gula

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Senin, 26 Sep 2022 05:45 WIB
People Chatting With Cold Coffee and Orange Drink
Viral es teh kekinian dianggap kemanisan (Foto: Getty Images/iStockphoto/Burak Sür)
Jakarta -

Lagi-lagi, kadar gula dalam minuman kekinian mendapat sorotan tajam. Bermula dari seorang pelanggan es teh kekinian yang menganggap sebuah produk terlalu manis lalu malah berbuah somasi hukum untuk meminta maaf.

Sejumlah pihak, termasuk para pakar kesehatan angkat bicara soal bahaya mengonsumsi gula berlebih. Salah satunya Prof Zubairi Djoerban dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

"Tapi, bukan cuma rasa manisnya yang jadi concern, namun cermati juga kadar gula tambahan di dalam makanan atau minuman itu," terang Prof Zubairi dalam unggahannya di Twitter.

"Cek komposisi gula tambahan, yang biasanya memakai nama lain gula. Seperti corn syrup, dekstrosa, fruktosa, glukosa, laktosa, dan banyak lagi," jelasnya.

Berkaca dari kebijakan FDA (Food and Drug Administration) di Amerika Serikat, kandungan gula dalam minuman dan makanan sebebarnya dapat dikenali lewat label gula yang ada di kemasan. Label ini idealnya terpasang sehingga konsumen mudah mengeceknya.

Salah satu faktor yang mendorong seseorang mengonsumsi gula berlebih menurut Prof Zubairi adalah stres dan kurang tidur. Kondisi tersebut memicu pelepasan hormon kortisol yang mendorong seseorang untuk mengonsumsi sesuatu yang manis.

Di sisi lain, gula melepas dopamin di dalam tubuh yang memicu rasa senang. Perasaan senang ini mendorong seseorang untuk mengulangi lagi, sehingga frekuensinya meningkat dan mengalami kecanduan.

Less sugar, low sugar, free Sugar, unsweetened

Beberapa produk minuman mencantumkan label low sugar, less sugar, maupun free sugar. Sebenarnya apa sih bedanya?

Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Nomor 1 tahun 2022 tentang Pengawasan Klaim pada Label dan Iklan Pangan Olahan mengatur pelabelan tersebut.

Sebuah produk boleh mencantumkan rendah gula jika memiliki kadar 5 gram per 100 gram dalam bentuk padat, atau 2,5 gram per 100 ml dalam bentuk cair. Sementara itu, bebas gula ditetapkan sebagai kadar 0,5 gram per 100 gram dalam bentuk padat dan 0,5 gram per 100 ml dalam bentuk cair.

Istilah lain yang dapat digunakan untuk produk yang tidak menggunakan gula tambahan adalah unsweetened.

Simak video 'Disomasi, Pengkritik 'Chizu Red Velvet' Es Teh Indonesia Minta Maaf':

[Gambas:Video 20detik]



(up/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT