Ribut-ribut Es Teh Kekinian, Kemenkes 'Sat Set' Bahas Bahaya Gula di Medsos

ADVERTISEMENT

Ribut-ribut Es Teh Kekinian, Kemenkes 'Sat Set' Bahas Bahaya Gula di Medsos

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Senin, 26 Sep 2022 16:17 WIB
Plastic glasses of iced grapefruit green tea, oolong tea,  dark cocoa with layer of cream cheese foam ; Traditional Chinese Beverage. Selective focus.
Foto: Getty Images/iStockphoto/Theerawan Bangpran
Jakarta -

Media sosial masih dihebohkan dengan somasi es teh kekinian kepada konsumen atas kritik produknya yang dianggap terlalu manis. Kasusnya yang viral tersebut membuat netizen akhirnya mempertanyakan kandungan gula dalam minuman tersebut.

Ribut-ribut mengenai kandungan gula dalam es teh kekinian, pihak Kementerian Kesehatan di media sosialnya mengulas mengenai bahaya konsumsi gula berlebihan. Ancaman kesehatan mulai dari obesitas sampai diabetes terancam diidap mereka yang terlalu banyak mengonsumsi gula.

"Kalau makan terlalu banyak gula bisa bikin kegemukan, obesitas, diabetes melitus dan penyakit tidak menular lainnya," tulis akun Twitter @Kemenkes_RI seperti yang dilihat detikcom, Senin (26/9/2022).

"Sebaiknya takaran gula 4 sdm per hari ya," sambungnya.

Perlu diingat bahwa gula tetap diperlukan oleh tubuh karena menjadi sumber energi dan bisa meningkatkan fungsi otak. Hanya saja konsumsi gula harian tetap perlu diperhatikan agar tidak mengancam tubuh dan menjadi penyakit.

Dalam Permenkes No 30 Tahun 2013, anjuran konsumsi gula per orang per hari adalah 10 persen dari total energi. Konsumsi itu setara dengan 4 sendok makan gula per orang per hari.

Artinya batasan konsumsi gula per hari adalah 50 gram.

Simak juga Video: BPOM Bicara Polemik Es Teh Indonesia, Sebut Regulasi Diatur Dinkes

[Gambas:Video 20detik]



(kna/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT