Warga China 'Panic Buying' Borong Obat-obatan di Apotek, Ada Apa Nih?

ADVERTISEMENT

Warga China 'Panic Buying' Borong Obat-obatan di Apotek, Ada Apa Nih?

Hana Nushratu - detikHealth
Rabu, 07 Des 2022 18:00 WIB
Workers control access into a closed off community on Sunday, March 13, 2022, in Beijing. The number of new coronavirus cases in an outbreak in Chinas northeast tripled Sunday and authorities tightened control on access to Shanghai in the east, suspending bus service to the city of 24 million and requiring a virus test for anyone who wants to enter. (AP Photo/Ng Han Guan)
Corona di China. (Foto: AP/Ng Han Guan)
Jakarta -

Warga China akhirnya bisa hidup berdampingan dengan COVID-19. Hal tersebut dikarenakan presiden China Xi Jinping mengumumkan kebijakan 'Zero-COVID' pada Rabu (7/12/2022).

Dikutip dari Reuters, pelonggaran aturan COVID-19 disambut baik oleh penduduk China setelah mereka 'dikerangkeng' akibat aturan tersebut. Namun, sebagian kelompok masyarakat menganggap pelonggaran ini terkesan buru-buru.

Hal ini disebabkan masih banyak penduduk China yang belum divaksinasi. Sebagian dari mereka merupakan lansia yang rentan terkena virus. Sehingga, mereka juga terlihat memborong sejumlah obat-obatan untuk mencegah agar tidak terpapar virus.

Pihak berwenang di seluruh China telah memperingatkan tentang pasokan yang ketat dan kenaikan harga dari pengecer dalam beberapa hari terakhir.

"Tolong beli secara rasional, beli sesuai permintaan, dan jangan menimbun secara membabi buta," kata Badan Pengawas Obat dan Makanan Kota Beijing seperti dikutip Beijing Evening News yang dikelola pemerintah.

Menurut seorang penduduk, obat-obatan di sejumlah toko di distrik Chaoyang Beijing, ludes habis. Distrik tersebut rumah bagi sebagian besar kedutaan asing serta tempat hiburan dan kantor pusat perusahaan.

"Tadi malam obat-obatannya sudah tersedia dan sekarang banyak yang kehabisan stok," kata seorang guru Zhang (33), yang hanya menyebutkan nama belakangnya.

"Pencegahan epidemi telah dicabut, tempat pengujian COVID-19 sebagian besar dibongkar. Jadi, karena saat ini di distrik Chaoyang kasusnya cukup tinggi, lebih baik sedia obat-obatan," katanya.

Lonjakan permintaan telah mendorong harga saham di produsen obat termasuk produsen sirup obat batuk Guizhou Bailing (002424.SZ), dan Xinhua Pharmaceutical (000756.SZ), yang menghasilkan 40% dari semua Ibuprofen yang dijual di China.

NEXT: Presiden China Umumkan Pelonggaran COVID-19



Simak Video "Berakhirnya Zero Covid di China"
[Gambas:Video 20detik]

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT