Rabu, 10 Apr 2019 18:36 WIB

Ingin Coba Diet Keto? Saran Dokter, Maksimal 3-6 Bulan Saja

Rosmha Widiyani - detikHealth
Diet keto tidak dianjurkan untuk jangka panjang (Foto: Istock) Diet keto tidak dianjurkan untuk jangka panjang (Foto: Istock)
Jakarta - Berat badan berlebihan hingga menjadi obesitas terbukti meningkatkan risiko diabetes. Risiko bisa dikendalikan dengan menurunkan berat badan, salah satunya pengaturan pola makan alias diet.

Bentuk diet yang kini sedang populer adalah diet keto dengan konsumsi karbohidrat sangat rendah hanya 10-50 gram per hari. Menanggapi trend ini, dokter ahli endokrinologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia-Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (FKUI-RSCM) dr Dicky Levenus Tahapary, SpPD, PhD menyarankan tetap menjaga keseimbangan asupan setiap hari.

"Boleh saja diet keto tapi jangan lama-lama cukup 3-6 bulan. Setelah itu kembali pada asupan nutrisi seimbang untuk kebutuhan gizi setiap hari. Saat tubuh tidak makan atau mengonsumsi sedikit sekali karbohidrat pasti ada mikronutrien lain yang ikut tak terkonsumsi. Hal inilah yang bisa berisiko bagi kesehatan," kata dr Dicky pada seminar tentang obesitas dan diabetes pada Rabu (10/4/2019).



Menurut dr Dicky, diet keto memang efektif menurunkan beat badan namun kebutuhan nutrisi tubuh jangan sampai diabaikan. Nutrisi seimbang mengacu pada diet Isi Piringku yang dianjurkan Kementerian Kesehatan. Diet terdiri atas porsi makanan pokok dan sayur sekitar 2/6, serta buah dan lauk sebesar 1/6 dari besar piring. Diet juga menyaratkan kecukupan air 2 liter per hari serta olahraga 30 menit per hari.

Untuk menjembatani diet dan menjaga kecukupan nutrisi, dr Dicky menyarankan konsultasi dengan dokter terlebih dulu. Apalagi jika diet dilakukan setelah ada diagnosa penyakit tertentu misal diabetes. Saran dokter memungkinkan penurunan berat badan tanpa mengabaikan kecukupan dan keseimbangan nutrisi bagi tubuh. Penurunan berat badan tentunya ikut mengendalikan kadar kolesterol, gula, dan tekanan darah dalam tubuh.

(up/up)
News Feed