Kamis, 28 Jan 2021 06:05 WIB

4 Rekomendasi Diet Golongan Darah, Tertarik Coba?

Kanya Anindita - detikHealth
Sejumlah warga mengikuti donor darah di Jakarta International Velodrome, Rawamangun, Jakarta Timur. Acara ini guna membantu kebutuhan stok darah PMI yang berkurang. Ilustrasi golongan darah (Foto: Pradita Utama)
Jakarta -

Diet golongan darah dipopulerkan oleh seorang dokter naturopati bernama dr Peter D'Adamo pada tahun 1996. Dalam bukunya yang berjudul Eat Right 4 Your Type, dia mengklaim bahwa diet optimal untuk setiap individu bergantung pada golongan darah orang tersebut.

Dia mengklaim bahwa setiap golongan darah mewakili sifat genetik nenek moyang, termasuk pola makan apa yang mereka kembangkan untuk bertahan hidup.

Dikutip dari Healthline, berikut jenis-jenis makanan yang bisa dikonsumsi untuk menurunkan berat badan berdasarkan golongan darah:

1. Golongan darah A

Untuk melakukan program diet, orang-orang dengan golongan darah A biasanya makan makanan yang kaya akan tumbuhan dan benar-benar bebas dari daging merah yang kaya lemak. Golongan ini bisa dikategorikan dengan diet vegetarian.

Contoh makanan yang bisa dikonsumsi, seperti biji-bijian, sayuran hijau, wortel, minyak zaitun, dan buah jeruk.

2. Golongan darah B

Orang-orang dengan golongan darah B bisa mengonsumsi susu, sayuran, dan daging (kecuali daging ayam) untuk menurunkan berat badan. Namun, mereka harus menghindari biji gandum, jagung, dan tomat agar program diet berjalan dengan optimal.

3. Golongan darah AB

Digambarkan sebagai golongan darah campuran antara tipe A dan B. Makanan yang bisa dimakan untuk diet adalah seafood, tahu, susu, kacang-kacangan dan biji-bijian. Mereka harus menghindari kacang merah, jagung, serta daging sapi dan ayam.

4. Golongan darah O

Orang dengan golongan darah O melakukan diet protein tinggi. Dengan kata lain, mereka harus mengonsumsi makanan yang kaya akan protein, seperti daging, ikan, buah-buahan (pisang dan mangga), dan sayuran hijau (kangkung, bayam, buncis, dan brokoli).



Simak Video "Golongan Darah A Paling Berisiko Terinfeksi Parah Sars-CoV-2"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)