Nasi Putih Vs Mi Instan, Siapa yang Lebih 'Jahat'?

ADVERTISEMENT

Versus

Nasi Putih Vs Mi Instan, Siapa yang Lebih 'Jahat'?

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Minggu, 01 Jan 2023 06:48 WIB
nasi putih
Benarkah nasi putih sejahat itu? (Foto: infografis detikHealth)
Jakarta -

Serba salah memang. Mi instan enak, tetapi kandungan garamnya yang tinggi disebut bisa meningkatkan risiko hipertensi jika berlebihan. Makan nasi putih, katanya bikin kencing manis!

Perdebatan tentang bahaya nasi putih mencuat belakangan ini setelah seorang influencer mengunggah pendapatnya di media sosial. Ia menyebut, semangkuk nasi putih pulen sama jahatnya dengan 2-3 sendok makan gula pasir yang bisa memicu diabetes.

Ada benarnya, karena karbohidrat yang tinggi dalam nasi akan dipecah menjadi gula ketika masuk ke dalam sistem metabolisme tubuh. Akan tetapi, banyak pakar tidak sependapat jika disetarakan dengan gula pasir.

"Nasi putih tidak persis sama dengan gula pasir. Nasi masih ada vitamin dan mineral meski sedikit," kata praktisi kesehatan dr Andi Khomeini Takdir Haruni, SpPD kepada detikcom.

Menurut dr Koko, sapaan akrabnya, nasi putih pada dasarnya netral. Baik-buruknya lebih ditentukan pada porsi dan tujuan diet seseorang. Pada intinya, akan menjadi 'berbahaya' jika porsinya melebihi kebutuhan kalori.

Sementara itu, dokter gizi klinik dr Titi Sekarindah, SpGK mengatakan tingginya kalori pada nasi putih bisa diimbangi dengan asupan serat dan sayuran. Jika ingin alternatif, nasi putih bisa juga diganti brown rice, nasi merah, dan ubi-ubian yang karbohidratnya lebih kompleks.

"Tapi memang gula pasir itu tidak sehat, kan kita sebut sebagai 'empty calorie', hanya ada kalori tidak mengandung zat gizi lain," kata dr Titi.

NEXT: Bagaimana dengan mi instan?



Simak Video "Indra Bekti Punya Riwayat Hipertensi Setahun Terakhir"
[Gambas:Video 20detik]

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT