Kolom Gizi

Padahal Bayarnya Ribet, Kenapa Sih 'Roti Stasiun' Rasanya Nagih?

Mhd. Aldrian, S.Gz - detikHealth
Rabu, 24 Des 2025 06:31 WIB
'Roti stasiun' yang rasanya nagih meski bayarnya ribet. Foto: Getty Images/WhiteJack
Jakarta -

Sebuah gerai toko roti ada di hampir di stasiun belakangan viral karena menolak pembayaran tunai atau cash. Toko ini hanya melayani transaksi digital, seperti QRIS.

Dalam video yang beredar, seorang pelanggan tampak marah-marah karena petugas di toko tersebut tidak melayani nenek-nenek yang tidak paham cara pembayaran digital. Pro-kontra lantas mencuat terkait kebijakan toko tersebut.

Di luar kontroversi metode pembayarannya, toko roti tersebut memang cukup populer lantaran ada di hampir semua stasiun. Meski tidak leluasa bertransaksi, pelanggan toh tetap banyak yang membelinya.

Padahal jika dilihat dari komposisinya, jenis roti yang kerap disebut coffee bun atau sweet bun ini cukup simpel, dominan berbahan dasar tepung dan gula. Sederhana, bahkan bisa dibilang bukan makanan istimewa. Namun di jam-jam tertentu, terutama sore hingga malam hari, antrean pembeli jarang sekali sepi.

Kok bisa ya, roti yang cuma gula dan tepung begitu saja kok banyak yang beli?

Tubuh Lelah, Mencari Energi Cepat

Setelah aktivitas panjang seharian, terutama bagi pekerja yang harus menempuh perjalanan jauh dengan KRL, tubuh sebenarnya berada dalam kondisi defisit energi ringan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kelelahan fisik dan mental berkaitan dengan menurunnya kadar glukosa darah serta berkurangnya simpanan glikogen di otot dan hati. Dalam situasi ini, tubuh akan secara otomatis mendorong keinginan untuk mengonsumsi makanan yang cepat diubah menjadi energi.

Karbohidrat sederhana, seperti tepung putih dan gula, dicerna jauh lebih cepat dibandingkan karbohidrat kompleks. Ketika dikonsumsi, jenis karbohidrat ini dengan cepat meningkatkan kadar glukosa darah dan menyediakan bahan bakar instan bagi otak. Inilah sebabnya makanan seperti roti manis terasa sangat "pas" saat tubuh sudah lelah.

Studi British Journal of Nutrition (2018) menunjukkan bahwa saat berada dalam kondisi lelah atau kurang energi, otak cenderung memprioritaskan makanan dengan kandungan energi tinggi dan mudah diserap. Artinya, pilihan makanan tidak lagi sepenuhnya rasional, tetapi dipengaruhi oleh kebutuhan biologis untuk memulihkan tenaga secepat mungkin.



Simak Video "Video: Awas, Nutrisi Penting Hilang Saat Masak gara-gara Kesalahan Ini"


(mal/up)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork