Mau 'Cut Off' Gula di 2026? Ide Bagus, Ini Cara Simpel menurut Dokter Gizi

Tren Diet 2026

Mau 'Cut Off' Gula di 2026? Ide Bagus, Ini Cara Simpel menurut Dokter Gizi

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Jumat, 02 Jan 2026 12:01 WIB
Mau Cut Off Gula di 2026? Ide Bagus, Ini Cara Simpel menurut Dokter Gizi
Cut off gula. Foto: Getty Images/iStockphoto/JannHuizenga
Jakarta -

Memasuki 2026, banyak orang mulai menaruh perhatian lebih pada pola makan yang lebih sehat, salah satunya dengan mengurangi konsumsi gula. Bukan tanpa alasan, asupan gula berlebih diketahui berkaitan dengan peningkatan risiko obesitas, diabetes, hingga gangguan metabolik lainnya.

Spesialis gizi dr Nathania Sheryl Sutisna, SpGK dari RS Abdi Waluyo, menjelaskan salah satu cara paling sederhana untuk mengontrol asupan gula adalah dengan menerapkan prinsip mindful eating.

Salah satu cara praktis yang disarankan adalah dengan menerapkan konsep 'jatah satu kupon gula' dalam sehari. Artinya, seseorang hanya memberi dirinya satu kesempatan untuk mengonsumsi makanan atau minuman manis dalam sehari. Jika jatah tersebut sudah digunakan, maka konsumsi gula tambahan sebaiknya dihindari.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya jatah tersebut bisa berupa satu botol kecil minuman manis kemasan atau satu porsi makanan manis tertentu. Setelah itu, pilihan minuman dan makanan sebaiknya bebas gula tambahan. Dengan cara ini, asupan gula harian bisa ditekan tanpa perlu menghitung kalori secara detail.

"Jadi kalau sudah minum itu, berarti nggak boleh lagi yang lain. Kecap manis juga berarti harus banget dibatesin, makan-makan manis juga dibatesin," ucap dr Nathania kepada detikcom, di RS Abdi Waluyo, Jakarta Pusat, Selasa (16/12/2025).

ADVERTISEMENT

"Gitu, itu mindful eating nomor satu," lanjutnya lagi.

Ia menekankan minuman manis kemasan menjadi salah satu sumber gula terbesar dalam pola makan sehari-hari. Mengurangi atau bahkan menghentikan konsumsi minuman manis kemasan dapat memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap penurunan asupan gula secara keseluruhan.

"Ada hitungannya. Memang targetnya kalo mau sehat itu (gula) adalah 10 persen dari total kalori kita," ucapnya.

"Tapi kan ribet ya, ngitung-ngitung ya. Jadi udah mendingan maksimal di satu. Kalo bisa nggak ada, lebih baik. Itu tips nomor satu. Jadi kita langsung cut dari minuman manis kemasan. Tadi itu udah signifikan banget pasti," katanya.

Bagi mereka yang sulit menikmati minuman seperti teh atau kopi tanpa rasa manis, dr Nathania menyebutkan gula pengganti bisa menjadi alternatif, selama digunakan sesuai anjuran dan tidak berlebihan.

Senada, spesialis gizi klinik dr Yohannessa Wulandari, MGizi, SpGK dari RS St Carolus Salemba, juga mengatakan menghentikan konsumsi gula secara mendadak cenderung sulit dilakukan, terutama bagi mereka yang sudah terbiasa mengonsumsi minuman manis setiap hari.

Karena itu, strategi yang lebih disarankan adalah pengurangan secara bertahap. Langkah awalnya adalah mengenali pola konsumsi gula harian, misalnya kebiasaan minum minuman manis pada pagi, siang, dan sore hari. Dari situ, frekuensi konsumsi bisa dikurangi perlahan, misalnya dari tiga kali menjadi satu kali sehari.

Selain mengurangi frekuensi, rasa manis juga bisa disiasati dengan mengganti gula biasa menggunakan pemanis non-kalori.

"Jadi nanti bertahap supaya rasa manisnya tetap ada bisa digantikan kemudian nanti harapan goal nya adalah ya sama sekali zero sugar added," kata dr Yohannessa kepada detikcom, Kamis (18/12/2025).

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Ngurangin Gula, Tapi Malah Gampang Bad Mood? Ini Alasannya"
[Gambas:Video 20detik]
(suc/up)
Tren Diet 2026
14 Konten
Tren diet bermunculan silih berganti. Di 2026, tren apa lagi yang akan jadi favorit para pejuang berat badan? Ini saran pakar soal pilih-pilih diet yang sehat dan aman.

Berita Terkait