Kolom Gizi

Awas Keracunan! Begini Cara Menyimpan Susu dan Artinya Jika Kedaluwarsa

Fitri Isnia Nuryani, S.Pt - detikHealth
Minggu, 08 Feb 2026 19:23 WIB
Cara menyimpan susu. Foto: Getty Images/TWT24
Jakarta -

Susu kerap dianggap masih aman dikonsumsi selama tanggal pada kemasannya belum terlewati. Padahal, keamanan susu tidak hanya ditentukan oleh angka tanggal kedaluwarsa, tetapi juga oleh jenis susu, kondisi kemasan, dan cara penyimpanannya.

Perbedaan antara susu yang masih segel dan yang sudah dibuka sering kali luput diperhatikan, sehingga meningkatkan risiko susu dikonsumsi saat mutunya menurun atau bahkan tidak lagi aman.

Susu Masih Segel: Aman Lebih Lama, Tapi Tetap Ada Aturannya

Selama kemasan masih tertutup rapat dan tidak rusak, susu umumnya lebih terlindungi dari kontaminasi mikroba. Namun, tingkat keamanannya sangat ditentukan oleh jenis pengolahan susu.

Susu UHT diproses dengan pemanasan suhu sangat tinggi sehingga relatif stabil secara mikrobiologis selama kemasan belum dibuka. Sebaliknya, susu pasteurisasi tidak sepenuhnya steril, sehingga meskipun masih segel tetap memerlukan penyimpanan dingin dan memiliki masa simpan yang lebih pendek. Susu bubuk menjadi jenis yang paling stabil karena kadar airnya sangat rendah, tetapi hanya selama kemasan tetap rapat dan terlindung dari kelembapan.

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa perlindungan ini hilang begitu kemasan dibuka, sehingga cara penanganan dan penyimpanan setelah dibuka menjadi faktor kunci dalam menentukan keamanan susu.

Setelah Segel Dibuka, Berapa Lama Susu Bisa Bertahan?

Setelah kemasan dibuka, semua jenis susu menjadi lebih mudah rusak karena mulai terpapar udara dan lingkungan sekitar, sehingga waktu konsumsinya menjadi lebih singkat.

Pada susu UHT, perlindungan dari proses pemanasan hanya berlaku saat kemasan masih tertutup. Setelah dibuka dan disimpan di lemari es dengan suhu dingin yang stabil, susu ini umumnya disarankan dikonsumsi dalam 3-4 hari agar tetap aman dan kualitasnya terjaga.

Sementara itu, susu pasteurisasi dipanaskan pada suhu yang lebih rendah untuk menghilangkan kuman berbahaya tanpa mengubah sifat alaminya sebagai susu segar. Karena tidak dirancang untuk penyimpanan lama, kualitasnya dapat menurun lebih cepat setelah dibuka, sehingga sebaiknya dikonsumsi dalam 2-3 hari meskipun disimpan di lemari es.

Berbeda dengan susu cair, susu bubuk tidak memiliki batas waktu harian yang kaku setelah dibuka. Selama disimpan di tempat kering, tertutup rapat, dan diambil dengan alat yang bersih dan kering, susu bubuk umumnya masih dapat digunakan selama berminggu-minggu hingga berbulan-bulan, namun perubahan bau, rasa, atau penggumpalan menjadi tanda mutu sudah menurun.



Simak Video "Video: Ada Beragam Tipe Susu, Mana yang Paling Sehat?"


(fti/up)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork