Kolom Gizi

Gampang Mabuk di Perjalanan? Hindari Makanan-Minuman Ini saat Mudik

Mhd. Aldrian, S.Gz - detikHealth
Kamis, 19 Mar 2026 03:01 WIB
Mabuk perjalanan. Foto: Getty Images/nicoletaionescu
Jakarta -

Arus mudik Lebaran mulai terasa di berbagai jalur transportasi. Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, memperkirakan sekitar 143,91 juta orang akan melakukan perjalanan mudik tahun ini, baik menggunakan kendaraan pribadi, bus, kereta api, pesawat, hingga kapal laut. Sejumlah pemudik bahkan sudah mulai berangkat lebih awal untuk menghindari puncak kepadatan lalu lintas yang biasanya terjadi mendekati hari raya.

Perjalanan jauh selama berjam-jam tentu membutuhkan persiapan yang matang. Tidak hanya soal kendaraan, rute perjalanan, atau barang bawaan, kondisi tubuh juga perlu diperhatikan agar perjalanan tetap nyaman hingga sampai tujuan.

Salah satu keluhan yang cukup sering dialami selama perjalanan jauh adalah mabuk perjalanan. Kepala terasa pusing, perut mulai tidak nyaman, lalu muncul rasa mual yang mengganggu sepanjang perjalanan. Kondisi ini sering muncul ketika tubuh terus menerima guncangan kendaraan dalam waktu lama.

Selain dipengaruhi oleh gerakan kendaraan, kondisi lambung juga ikut berperan. Apa yang dimakan atau diminum sebelum berangkat dapat membuat perut lebih sensitif terhadap gerakan selama perjalanan. Karena itu, ada beberapa jenis makanan dan minuman yang sebaiknya dihindari sebelum memulai perjalanan jauh agar risiko mabuk perjalanan bisa ditekan.

Makanan Tinggi Lemak

Makanan tinggi lemak seperti gorengan dan makanan cepat saji sering dikonsumsi sebelum bepergian karena mudah ditemukan. Namun jenis makanan ini membuat proses pencernaan berlangsung lebih lama.

Lemak membutuhkan waktu lebih panjang untuk dicerna dibandingkan karbohidrat atau protein. Ketika makanan tinggi lemak masuk ke lambung, proses pengosongan lambung berlangsung lebih lama agar proses pencernaan berjalan optimal.

Kondisi lambung yang penuh dapat memperkuat sensasi mual saat tubuh mengalami gerakan berulang selama perjalanan. Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Therapeutic Advances in Gastroenterology menjelaskan bahwa gejala mual dapat menjadi lebih berat ketika seseorang melakukan perjalanan dengan lambung yang penuh, karena sinyal dari saluran cerna ikut terlibat dalam mekanisme munculnya mual.

Ketika kendaraan bergerak dan tubuh mengalami guncangan terus-menerus, sinyal dari lambung yang sedang mencerna makanan dapat memperkuat respons mual yang diproses oleh otak. Kombinasi antara gerakan kendaraan dan kondisi lambung yang penuh membuat rasa tidak nyaman di perut lebih mudah muncul selama perjalanan.



Simak Video "Video: Dokter Tegaskan Makan Daging Bukan Pemicu GERD!"


(mal/up)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork