Ketupat menjadi ikon kuliner yang tak bisa dilepaskan dari tradisi lebaran di Indonesia. Sama-sama terbuat dari beras, makanan ini diproses dengan cara berbeda dibanding nasi.
Jika nasi dimasak begitu saja dengan air dan dipanaskan, ketupat lebih dulu dipadatkan dengan selongsong dari janur atau daun kelapa dan dimasak lebih lama. Hasilnya, teksturnya juga berbeda.
Pertanyaan yang kerap muncul dalam keseharian adalah: di antara keduanya, nasi dan ketupat, mana yang lebih bikin gemuk?
Jawabannya tentu tidak sesimpel itu. Ada banyak faktor yang menentukan pengaruhnya terhadap berat badan, terlebih antara nasi dan ketupat umumnya disantap bersama hidangan yang beraneka ragam.
Dalam perbincangan dengan detikcom, praktisi kesehatan dr M Vardian Mahardika, M.Biomed, SpPD, AIFO-K menilai tidak ada perbedaan yang signifikan di antara keduanya. Bagaimanapun, keduanya dibuat dari beras dengan kandungan nutrisi yang juga sama.
"Sama saja," kata dr Vardian.
"Dari total kalorinya, karbonya, dan lain sebagainya, juga sama saja," tegasnya, ditemui di Jakarta baru-baru ini.
Simak Video "Video Polemik Porsi Nasi Saat Sahur, Bikin Awet Kenyang atau Justru Cepat Lemas?"
(up/up)