Kolom Gizi

Nggak Kok, Digoreng Nggak Bikin Nutrisi Tempe Rusak

Fitri Isnia Nuryani, S.Pt - detikHealth
Sabtu, 25 Apr 2026 12:05 WIB
Tempe goreng. Foto: iStock
Jakarta -

Tempe goreng kerap dicap "kurang sehat" karena proses penggorengan yang identik dengan lemak tambahan. Tak sedikit pula yang menganggap nilai gizinya menurun drastis dibandingkan tempe segar. Namun, benarkah demikian?

Tidak sepenuhnya salah, karena pada dasarnya goreng-gorengan memang sebisa mungkin dihindari. Apalagi jika minyak yang digunakan tidak bersih, maka risiko yang muncul akan lebih besar dibanding manfaat yang didapat dari nutrisi tempe.

Namun juga tidak seratus persen benar, sebab nutrisi tempe tidak segampang itu rusak cuma karena digoreng. Apalagi jika menggorengnya tidak terlalu lama, dengan minyak yang terjaga kualitasnya.

Apakah Tempe Goreng Masih Menyimpan Nutrisi Penting?

Secara ilmiah, proses penggorengan memang dapat memengaruhi beberapa kandungan zat gizi, terutama vitamin yang sensitif terhadap panas. Namun, komponen utama tempe seperti protein, serat, dan sebagian mineral tetap relatif stabil.

Tempe sendiri merupakan hasil fermentasi kedelai oleh kapang Rhizopus, yang justru meningkatkan kualitas gizinya. Menurut berbagai kajian di bidang Ilmu Gizi, fermentasi membantu memecah senyawa kompleks menjadi bentuk yang lebih mudah dicerna, termasuk protein dan asam amino esensial. Selain itu, tempe juga mengandung senyawa bioaktif seperti isoflavon yang berperan sebagai antioksidan.

Saat digoreng, kandungan protein dalam tempe tidak serta-merta rusak. Struktur protein memang bisa berubah karena panas, tetapi nilai gizinya tetap dapat dimanfaatkan tubuh. Yang perlu diperhatikan justru adalah penambahan lemak dari minyak goreng, yang bisa meningkatkan total kalori.

Lembaga seperti World Health Organization juga menekankan bahwa metode memasak sebaiknya mempertimbangkan keseimbangan gizi secara keseluruhan, bukan hanya satu teknik tertentu. Artinya, tempe goreng masih bisa menjadi bagian dari pola makan sehat selama dikonsumsi dengan bijak dan tidak berlebihan.

Dengan kata lain, tempe goreng tidak kehilangan "jati diri" gizinya, tetap menjadi sumber protein nabati yang baik, hanya dengan profil lemak yang sedikit berbeda akibat proses pengolahan.



Simak Video "Video: Takjil Kurma Ditambah Butter, Berapa Kalorinya?"


(fti/up)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork