Kolom Gizi

Viral Kena Kista Mengaku Doyan Seblak, Ini 5 Tips Aman Menikmati Jajanan

Mhd. Aldrian, S.Gz - detikHealth
Jumat, 15 Mei 2026 09:03 WIB
Takut kena kista gara-gara doyan seblak? Foto: Getty Images/Ika Rahma
Jakarta -

Kasus viral seorang wanita asal Bekasi yang mengalami kista ovarium hingga harus menjalani operasi membuat banyak yang mulai memperhatikan kembali pola makan sehari-hari. Dalam pengakuannya, kebiasaan makan seblak, bakso, dan camilan pedas asin hampir setiap hari menjadi bagian dari pola hidup yang dijalani.

Kista ovarium sendiri tidak muncul hanya karena satu jenis makanan tertentu. Kondisi ini dipengaruhi banyak faktor mulai dari hormon, berat badan berlebih, stres, kurang aktivitas fisik, hingga pola makan yang buruk dalam jangka panjang.

Meski begitu, menjaga asupan makanan tetap seimbang dapat membantu menurunkan risiko gangguan metabolisme dan hormon yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi wanita.

Apa saja yang bisa dilakukan terkait pola makan sehat agar dapat membantu mencegah timbulnya kista ovarium? Berikut di antaranya.

1. Kurangi Ultra-Processed Food dan Tinggi Natrium

Ultra-processed food (UPF) seperti seblak instan, bakso olahan, sosis, kerupuk, mi instan, hingga camilan asin umumnya tinggi natrium, lemak jenuh, dan kalori tetapi rendah serat. Jika terlalu sering dikonsumsi, pola makan seperti ini dapat memicu penumpukan lemak visceral dan mengganggu keseimbangan hormon tubuh.

Penelitian dalam BMC Public Health tahun 2025 menemukan konsumsi UPF berlebihan berkaitan dengan peningkatan risiko gangguan reproduksi wanita dan infertilitas. Peneliti juga menyebut UPF dapat memicu gangguan metabolik, peradangan, hingga gangguan hormon reproduksi.

2. Perbanyak Sayur dan Makanan Tinggi Serat

Asupan serat membantu tubuh menjaga kadar gula darah tetap stabil dan mendukung metabolisme hormon yang lebih sehat. Sayur, buah, kacang-kacangan, dan biji-bijian juga membantu tubuh mengontrol berat badan sehingga risiko gangguan hormon dapat ditekan.

Selain membantu pencernaan, makanan tinggi serat juga berperan dalam membantu tubuh membuang kelebihan hormon estrogen yang sudah dalam bentuk inaktif melalui saluran pencernaan. Saat kadar hormon lebih seimbang, fungsi ovarium juga dapat bekerja lebih baik.

Penelitian dalam jurnal Nutrients tahun 2024 menemukan asupan serat yang cukup berkaitan dengan kesehatan metabolik yang lebih baik serta membantu menurunkan risiko gangguan hormon pada wanita usia produktif.



Simak Video "Video: Dokter Tegaskan Makan Daging Bukan Pemicu GERD!"


(mal/up)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork