detikcom Leaders Forum

Cut Off Gula 100 Persen, Perlukah? Ini Kata Ahli

Mhd. Aldrian, S.Gz - detikHealth
Minggu, 07 Jun 2026 20:05 WIB
detikcom Leaders Forum membahas 'hidden sugar'. Foto: Andhika Prasetia/DetikFoto
Jakarta -

Di tengah tren diet tanpa gula, Health Communicator Kalbe Nutritionals, dr Laurencia Ardi, MGizi, AIFO-K, mengingatkan bahwa tubuh tetap membutuhkan gula sebagai bagian dari sumber energi. Karena itu, fokus utama seharusnya bukan cut off alias menghentikan konsumsi gula 100 persen, melainkan mengatur jumlahnya agar tidak berlebihan.

"Jadi, untuk asupan makanan gula itu gak harus kita stop, nggak boleh makan gula sama sekali. Jadi gula tetap boleh dikonsumsi, tapi dengan catatan jumlahnya jangan berlebihan," kata dr Laurencia kepada detikcom dalam sesi wawancara pada acara detikcom Leaders Forum Jebakan Hidden Sugar: Ada di Mana-mana, Diam-diam Bikin Gendut, Jumat (5/6/2026).

Lantas, mengapa tubuh tetap membutuhkan gula dan berapa batas aman konsumsinya setiap hari? Berikut penjelasannya.

Gula Sumber Energi Tubuh

Banyak yang menganggap gula sebagai zat gizi yang harus dihindari sepenuhnya. Padahal, gula merupakan bagian dari karbohidrat yang berperan penting sebagai sumber energi bagi tubuh. Tanpa energi yang cukup, berbagai fungsi tubuh tidak dapat berjalan secara optimal.

Menurut dr Laurencia, tubuh membutuhkan energi untuk melakukan aktivitas sehari-hari, mulai dari berjalan, bekerja, hingga berpikir. Karena itu, menghilangkan gula dan karbohidrat secara ekstrem bukanlah langkah yang dianjurkan.

"Karena gula itu bagian dari karbohidrat dan merupakan salah satu sumber energi utama untuk tubuh kita supaya kita bisa tetap beraktivitas, kita tetap bisa berpikir, itu membutuhkan energi yang sumbernya bisa dari karbohidrat ataupun gula itu sendiri," jelas dr Laurencia.

Karbohidrat yang dikonsumsi akan dipecah menjadi glukosa, kemudian digunakan oleh sel tubuh sebagai bahan bakar. Otak juga membutuhkan glukosa untuk mendukung fungsi kognitif, termasuk konsentrasi, memori, dan proses berpikir. Itulah sebabnya tubuh tetap memerlukan karbohidrat dalam jumlah yang cukup setiap hari.

Jebakan Hidden Sugar"Nara Sumber : Kepala BPOM Taruna Ikrar Ketua Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) Muhammad Mufti MubarokHealth Communicator Kalbe Nutritionals, dr Laurencia ArdiDirektur Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi" title="detikcom Leaders Forum "Jebakan Hidden Sugar"" class="p_img_zoomin" />detikcom Leaders Forum "Jebakan Hidden Sugar" menghadirkan Health Communicator Kalbe Nutritionals, dr Laurencia Ardi, MGizi, AIFO-K. Foto: Andhika Prasetia/DetikFoto

Kuncinya Harus Seimbang

Alih alih melakukan cut off gula secara total, dr Laurencia menyarankan untuk fokus pada pola makan yang seimbang. Dalam satu hari, tubuh tetap membutuhkan karbohidrat sebagai salah satu sumber energi utama bersama protein dan lemak.

"Kita itu dalam sehari memang yang disarankan adalah nutrisi seimbang atau lebih gampangnya adalah isi piringku. Di mana untuk isi piringku atau nutrisi seimbang itu karbohidrat sekitar 40-60%, kemudian ada protein juga dan juga ada lemak. Nah, 40-60% karbohidrat itu gula menjadi bagian dari situ," ujarnya.

Karbohidrat tidak hanya berasal dari gula tambahan dalam makanan dan minuman manis. Nasi, kentang, jagung, roti, buah buahan, hingga umbi umbian juga merupakan sumber karbohidrat yang berkontribusi memenuhi kebutuhan energi harian.

Karena itu, yang perlu diperhatikan bukan sekadar menghindari gula, melainkan memastikan asupan karbohidrat berasal dari sumber yang beragam dan dikonsumsi dalam jumlah yang sesuai kebutuhan tubuh.



Simak Video "Video: Punya Genetik 'High Risk Obesity'? Kenali Cara Menekan Risikonya"


(mal/up)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork