ADVERTISEMENT

Kamis, 22 Mar 2018 08:11 WIB

Sebelum Plogging Viral, Komunitas Ini Sudah Olahraga Sambil Pungut Sampah

Widiya Wiyanti, Frieda Isyana Putri - detikHealth
Olahraga sambil memungut sampah. Foto: Instagram/workoutembassy
Jakarta - Istilah 'plogging' akhir-akhir ini mulai dikenal banyak orang, tidak terlepas di Indonesia. Berawal dari Swedia, plogging adalah aktivitas kebugaran di mana orang melakukan jogging sambil memungut sampah.

Dimulai dari tahun 2016, plogging sekarang mendunia ke berbagai penjuru. Tapi ternyata, di Indonesia sendiri kegiatan serupa sudah berjalan sebelum plogging menjadi viral.

Kegiatan jogging sambil memungut sampah sudah dilakukan oleh komunitas kebugaran di Jakarta, yaitu Workout Embassy (WE). Dihubungi detikHealth, salah satu pengurus, Andy mengaku sudah melakukannya sejak awal tahun 2015.

"Kita beri nama 'We Grab Your Junk', istilahnya kita yang buang sampah orang-orang," ujarnya.

Plogging di CFD.Plogging di CFD. Foto: Instagram/workoutembassy


Kegiatan ini dilakukan anggota WE di rute Car Free Day (CFD), lebih jelasnya di sekitar Bundaran HI. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh banyaknya sampah yang berserakan di sekitar Bundaran HI, di mana di sana juga tersedia banyak pedagang kaki lima yang menjajakan dagangannya.


Selain itu, ada pula komunitas sosial yang bernama Goodlife Society (GS) yang pernah melakukan aksi serupa. Bahkan lebih dahulu dibanding komunitas lain, yakni mulai sejak tahun 2012. Mereka sebut 'Bersihkan Jalan Sehatkan Badan' (BJSB).

"Jadi jatuhnya itu jalan sehat ya karena rame-rame. Biasa dilakukan setiap akhir bulan, di CFD. Jalan sambil bersih-bersih di jalur yang dilewati, dari Senayan sampai Bundaran HI itu," kata Co-Founder komunitas GS, Fira Julianda.

Pada awalnya, tujuan mereka melakukan olahraga sambil memungut sampah untuk memasarkan komunitas GS, namun kegiatan yang mereka lakukan tersebut memiliki efek positif yang cukup besar.

"Alhamdulillah peminatnya banyak. Biasanya 30 orang yang jadi peserta, dan pernah juga hampir 100 orang di tahun 2015 atau 2016," tambah Fira.

Namun sayangnya Fira mengaku bahwa aksi mereka terhenti sejak dua tahun terakhir karena selama berjalannya waktu sudah banyak komunitas atau gerakan yang melakukan hal tersebut. Serta pihak dinas kebersihan (pasukan orange) yang sudah semakin aktif.

(wdw/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT