Kamis, 22 Mar 2018 11:45 WIB

Suka Duka Olahraga Sambil Pungut Sampah, Titip Sampah Dibayar 'Push Up'

Widiya Wiyanti - detikHealth
Sampah yang didapat akan diganti dengan push up oleh komunitas Workout Embassy. Foto: detikHealth
Jakarta - Lari sambil pungut-pungut sampah atau yang disebut plogging baru-baru ini jadi perbincangan dan diterapkan oleh beberapa komunitas kebugaran. Seperti komunitas Workout Embassy (WE) dan Solo Runners.

Komunitas WE yang menamakan aksinya itu 'We Grab Your Junk' sudah melakukannya sejak tahun 2015 di kawasan Car Free Day (CFD), tepatnya di sekitar Bundaran HI.

Menurut salah satu anggota komunitas WE, Andy, aksi plogging tersebut kerap mengundang perhatian masyarakat. Bahkan banyak pula yang menitipkan sampahnya kepada mereka.

"So far setiap kali latihan, masyarakat langsung refleks nitip buang sampah. Kalau ada 94 orang yang nitip, diganti sama 94 kali push up. Jadi ada sosial dan olahraganya," ujarnya saat dihubungi detikHealth.

Hasil dititipi sampah oleh masyarakat diganti dengan push-up.Hasil dititipi sampah oleh masyarakat diganti dengan push-up. Foto: Instagram/workoutembassy


Komunitas ini memang bertujuan untuk mengampanyekan hidup bersih dengan membuang sampah pada tempatnya dengan melakukan aksi nyata. Harapan mereka pun aksi tersebut bisa berdampak positif bagi seluruh masyarakat yang melihatnya.

"Kita lagi buang sampah kayak gitu, ada masyarakat waktu yang minta kantong sampah dan sarung tangan. Efeknya ada ternyata untuk masyarakat," tutur Andy.


Lain halnya dengan komunitas Solo Runners yang baru pertama kali menggelar aksi plogging pada 17 Maret lalu. Menurut ketua komunitas Solo Runners, Gilang, banyak masyarakat yang cukup heran melihat aksinya.

Solo Runners tengah melakukan plogging. Solo Runners tengah melakukan plogging. Foto: Instagram/solorunners_


"Belum ada masyarakat yang ikut. Mereka juga agak heran ngapain ini lari-lari sambil mungutin sampah," ungkap Gilang saat dihubungi di kesempatan yang berbeda.

Namun hal itu tidak menyurutkan semangat mereka untuk tetap mengedukasi masyarakat tentang pentingnya kebersihan di lingkungan sekitar. Gilang mengatakan bahwa aksi ini akan rutin dilakukan selama satu bulan sekali dengan rute yang bervariasi.

(wdw/up)