Minggu, 27 Sep 2020 06:12 WIB

Ada Banyak Jenis Sepeda, Aturan Wajib Pakai Spakbor Bisa Picu Perpecahan

Thalitha Yuristiana - detikHealth
Di masa new normal ini, penjualan sepeda meningkat tajam. Bahkan toko sepeda buka hingga dini hari. Berbagai jenis sepeda di toko sepeda (Foto: Ari Saputra)
Topik Hangat Aksesori Gowes
Jakarta -

Kementerian Perhubungan telah mengeluarkan aturan tentang keselamatan pesepeda di jalan raya. Aturan tersebut mewajibkan sepeda dilengkapi aksesoris tertentu, seperti bel dan spakbor.

Meski dibuat dengan melibatkan komunitas pesepeda, aturan ini tak luput dari pro dan kontra. Soal kewajiban memakai aksesori tertentu misalnya, dinilai tidak memperhitungkan keberagaman jenis dan aliran bersepeda.

Nikko Priambodo, seorang pesepeda yang juga pendiri Good Ride Bike Coffe, menjelaskan bahwa ada beberapa kategori pesepeda. Ada yang melakukannya karena iseng untuk berolahraga, untuk hobi, ada juga yang meningkatkan performa fisik.

Setiap genre bersepeda, menurut Nikko, punya karakteristik masing-masing. Karenanya, ia berharap pemerintah juga melakukan sosialisasi soal jenis-jenis sepeda.

"Jangan sampai ada perpecahan di antara pesepeda. Misalnya pesepeda lipat yang merasa pesepeda spakbor itu penting. Dia akhirnya membully road bike. Nah ini yang kita hindari," kata Nikko dalam perbincangan dengan detikcom.

Karena ditujukan untuk berkendara dengan kecepatan tinggi, sepeda jenis roadbike umumnya memang tidak dilengkapi spakbor maupun bel sebagaimana diwajibkan dalam aturan terbaru karena bikin berat dan mengganggu aerodinamika.

Sebaliknya, helm yang tidak diwajibkan penggunaannya dalam aturan Menteri Perhubungan, dalam keseharian malah menjadi perlengkapan wajib bagi pengendara roadbike.

"Helm itu seharusnya menjadi aksesoris nomor satu yang harus diwajibkan," kata Adriatik, seorang pesepeda lainnya.



Simak Video "Pengusaha Taman Rekreasi Ngaku Dapat Berkah dari Komunitas Sepeda"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)
Topik Hangat Aksesori Gowes