Minggu, 18 Okt 2020 08:08 WIB

Curhat Pedagang Helm 'Cetok' Sepeda, Jualan Sepi Gara-gara PSBB Corona

Defara Millenia Romadhona - detikHealth
Pedagang helm sepeda helm cetok Helm cetok cukup diminati karena murah meriah (Foto: Defara Millenia Romadhona/detikHealth)
Topik Hangat Aksesori Gowes
Jakarta -

Maraknya tren bersepeda selalu tak berbanding lurus dengan rezeki yang diraup pedagang helm 'cetok'. Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di berbagai daerah membuat lapak mereka sepi pembeli.

Salah satunya dialami oleh Christian, seorang pedagang helm sepeda di Jl Sudirman, Jakarta Selatan. Ia mengaku, sebelum PSBB bisa menjual hingga 10 helm dalam sehari.

"Sekarang cuman ya paling 5 helm," kata Christian, ditemui Minggu (18/10/2020).

Helm sepeda jenis 'cetok', menurutnya cukup diminati karena cukup ekonomis. Dibanding helm sepeda pada umumnya yang harganya ratusan ribu hingga jutaan rupiah, helm cetok rata-rata hanya dibanderol Rp 100 ribu.

Pedagang helm sepeda helm cetokPenjualan helm sepeda menurun selama PSBB. Foto: Defara Millenia Romadhona/detikHealth

Selain itu, helm cetok juga terbilang multifungsi. Selain bisa dipakai untuk segala jenis sepeda, juga cocok digunakan untuk main skateboard dan olahraga lainnya.

"Buat banyak tipe sepeda masuk, sepeda seli, sepeda lipet, MTB (Mountain Bike atau sepeda gunung), BMX, fixie cocok pakai yang kaya gini," kata Christian.

Pedagang helm sepeda helm cetokJenis helm cetok lebih multifungsi, bisa dipakai untuk jenis sepeda apapun. Foto: Defara Millenia Romadhona/detikHealth

Selama PSBB, pendapatan Christian menurun drastis dari berjualan helm. Jika dahulu bisa terkumpul hingga Rp 1 juta dalam sehari, kini ia hanya bisa mendapat setengahnya.

"Karena PSBB total jadi penjualannya menurun, sepi," curhatnya.



Simak Video "Pengusaha Taman Rekreasi Ngaku Dapat Berkah dari Komunitas Sepeda"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)
Topik Hangat Aksesori Gowes