Minggu, 03 Jan 2021 06:53 WIB

Minggu Pagi Pertama 2021, Sudirman Tetap Ramai Pesepeda

Farah Nabila - detikHealth
Jakarta -

Minggu pagi pertama 2021, sejumlah pesepeda tampak melintas di salah satu ruas Jl Sudirman, Jakarta Selatan. Car Free Day hingga saat ini belum diberlakukan karena PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar di Ibukota).

Ini menunjukkan bahwa tren bersepeda sepertinya belum pudar di awa tahun 2021. Selama pandemi, aktivitas bersepeda sempat sangat digemari sebagai alternatif berolahraga.

"Pesepeda masih ramai karena masih tren dan (kondisi jalan) lebih sepi," kata seorang petugas yang berjaga, Minggu (3/1/2021).

Pantauan detikcom pada pukul 6:15 WIB, banyak warga berolahraga di kawasan di sekitar mal fX. Banyak yang berjalan kaki dengan pakaian olahraga, tidak sedikit pula yang joging atau lari kecil.

Aktivitas olahraga di minggu pagi pertama 2021Pop up bike line di Jl Sudirman dipasang di 2 lajur paling kiri. Foto: Farah Nabila/detikHealth

Aktivitas bersepeda juga masih tampak mendominasi. Tampak 2 lajur di Jl Sudirman menjadi pop up bike line atau jalur sepeda non-permanen, dengan dibatasi cone berwarna oranye.

Beberapa petugas Satpol PP dan Dinas Perhubungan berjaga mengamankan situasi.

Aktivitas olahraga di minggu pagi pertama 2021Petugas mengamankan aktivitas olahraga di minggu pagi pertama 2021. Foto: Farah Nabila/detikHealth

Anjuran olahraga di saat pandemi

Banyak pakar mengatakan, olahraga sangat penting untuk menjaga kebugaran dan imunitas tubuh. Dengan imunitas yang kuat, seseorang akan lebih terlindungi dari berbagai infeksi penyakit.

Namun terkait pandemi virus Corona, olahraga tidak serta merta diartikan bisa membuat seseorang benar-benar kebal terhadap risiko penularan. Karenanya, berbagai pencegahan seperti pakai masker, cuci tangan, menjauhi kerumunan, dan saling jaga jarak, tetap harus dilakukan saat olahraga.

Banyak bukti bahwa seseorang yang sangat bugar sekalipun tetap bisa tertular COVID-19. Sederet atlet profesional, termasuk bintang sepakbola Portugal Cristiano Ronaldo, menjadi bukti bahwa olahraga saja tidak cukup untuk mencegah Corona.

Aktivitas olahraga di minggu pagi pertama 2021Olahraga dengan intensitas ringan-sedang lebih dinjurkan saat pandemi. Foto: Farah Nabila/detikHealth

Selain itu, cara seseorang berolahraga juga menentukan imunitas yang terbentuk. Olahraga dengan volume dan intensitas terlalu berat, menurut para pakar, justru memicu kelelahan dan membuat imunitas tubuh melemah.

Lalu olahraga seperti apa yang dianjurkan? Untuk menjaga imunitas tubuh, olahraga dengan intensitas ringan-sedang dinilai lebih menguntungkan. Intensitas ringan-sedang ditandai dengan tetap bisa bicara dan bernyanyi saat melakukan aktivitas.

Karena intensitasnya ringan-sedang, olahraga seharusnya tetap nyaman dilakukan dengan pakai masker. Jika kesulitan bernapas, berarti olahraganya terlalu serius, tidak ideal dilakukan saat pandemi jika tujuannya untuk menjaga imunitas.

(up/up)