Minggu, 06 Jun 2021 07:14 WIB

DKI Dukung Sepeda untuk Transportasi, Ini Bedanya dengan Road Bike

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Jalur kawasan khusus pesepeda masih diberlakukan di sejumlah titik Ibu Kota hari ini. Salah satunya berada di kawasan Banjir Kanal Timur (BKT). Commuting bike (Foto: Agung Pambudhy)
Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menegaskan sikapnya terkait polemik pesepeda di jalanan ibukota. Jalur sepeda yang dibangun sejak 2018 disebutnya adalah untuk memfasilitasi sepeda sebagai alat transportasi, bukan sebagai alat 'sport'.

"Kalau sepeda sebagai alat 'sport' itu hobi, cuma sebentar paling satu jam, dua jam. Kalau transportasi sepanjang hari. Jadi saya menganjurkan pakai sepeda ke tempat kerja," kata Anies.

Kontroversi pesepeda jenis road bike belakangan ini memanas karena kerap melintas di jalur cepat meski jalur khusus untuk bersepeda telah disediakan di beberapa ruas jalan. Persoalannya, road bike termasuk kategori 'alat sport' yang karakteristiknya berbeda dengan sepeda untuk transportasi.

Sifat dan jenis-jenis road bike bisa disimak kembali DI SINI. Sedangkan sepeda untuk transportasi, umumnya dikenal sebagai 'commuting bike' atau 'commuter bike'.

Sepeda jenis apapun sebenarnya bisa difungsikan sebagai commuting bike, termasuk road bike. Tetapi umumnya ada beberapa karakteristik yang lebih mendukung fungsi transportasi.

1. Ukuran ban

Sesuai namanya, commuting bike digunakan untuk menempuh pernjalanan pergi-pulang antara rumah dan tempat kerja. Rute yang dilintasi umumnya lebih bervariasi dibanding road bike, sehingga butuh ban dengan ukuran tapak lebih lebar untuk mengantisipasi medan yang tidak mulus. Makin tebal, umumnya makin aman dari lubang dan jalan tidak rata.

Ban yang lebar juga lebih tangguh menahan beban pengguna yang membawa berbagai perlengkapan kantor maupun baju ganti. Road bike tidak membutuhkan fungsi ini karena lebih butuh bobot ringan untuk melaju sekencang-kencangnya, sementara rute bisa dipilih, tidak harus menuju kantor.

A mixed-race group of three young adults get ready for an adventure, loading their bikes into the back of a pickup truck.  Horizontal image.Ban dengan tapak lebih lebar lebih mendukung sepeda untuk commuting. Foto: Getty Images/RyanJLane

2. Handle bar

Sepeda untuk commuting juga tidak membutuhkan setang atau handle bar yang melengkung ke bawah ala road bike. Handle bar yang memungkinkan pengemudi untuk duduk dengan posisi lebih tegak biasanya lebih disukai karena lebih nyaman.

Pilihan handle bar untuk commuting bike juga tidak mutlak, bisa menggunakan flat bar yang lebar dan lurus, atau melengkung ke belakang ala city bike.

Sepeda Wajib Pakai Spakbor dan Reflektor, Butuh Budget Berapa?Perlengkapan commuting bike. Foto: infografis detikHealth

Commuting bike harus punya keranjang? Selengkapnya di halaman berikut.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Pertumbuhan Pesepeda di Masa Pandemi Bikin Komunitas Sepeda Gembira"
[Gambas:Video 20detik]