Minggu, 30 Jan 2022 06:32 WIB

3 Manfaat Rompi Beban ala Militer, Viral Dipakai AHY Saat Olahraga

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
AHY mengenakan rompi militer dan istrinya, Annisa Pohan, olahraga pagi di kawasan GBK, Jakarta, Jumat (28/1/2022). Memakai rompi beban, AHY bersama Annisa Pohan olahraga pagi di kawasan GBK. (Screenshot Instagram AHY)
Jakarta -

Rompi beban atau weighted body vest ala militer yang dipakai Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) viral gara-gara disangka rompi antipeluru. Padahal, rompi beban seperti ini cukup lazim dipakai saat olahraga.

Praktisi kesehatan olahraga dr Michael Triangto, SpKO menyebut rompi beban banyak dipakai untuk meningkatkan pembakaran lemak. Jenis pemberat yang digunakan bermacam-macam, ada yang berupa pasir besi dan ada juga yang berbentuk plat baja.

"Kalau olahraganya kardio seperti jogging, ini untuk menambah beban dan diharapkan meningkatkan fungsi kardiorespirasi," kata dr Michael dalam perbincangan dengan detikcom baru-baru ini.

Dikutip dari Healthline, berikut ini beberapa manfaat menggunakan rompi beban saat olahraga.

1. Kardiovaskular

Bagi pelari, penggunaan rompi beban saat latihan disebut bisa meningkatkan lactate tresholds di dalam darah, yakni toleransi tubuh terhadap pembentukan asam laktat saat melakukan aktivitas fisik. Gampangnya, makin tinggi lactate tresholds maka tidak cepat pegel-pegel karena fatigue atau kelelahan.

Untuk latihan, umumnya digunakan beban 5-40 persen berat badan. Beban yang lebih tinggi memberikan manfaat pada performa lari cepat atau sprint, sedangkan beban yang lebih rendah hingga 10 persen berat badan lebih memberikan manfaat untuk lari jarak jauh.

2. Kekuatan

Manfaat penggunaan rompi beban terhadap kekuatan otot diamati dalam sebuah penelitian yang membandingkan performa saat push up dan bench press, dengan dan tanpa beban. Terbukti, ada peningkatan performa seperti halnya menambahkan beban pada olahraga lainnya.

3. Metabolisme

Memberikan beban saat berolahraga dapat meningkatkan kemampuan tubuh dalam memetabolisme lemak dengan efisien dalam sebuah penelitian. Namun karena penelitiannya masih berskala kecil, dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk mendukung klaim tersebut.



Simak Video "Ahli Wanti-wanti Gelombang Keempat Covid-19 Akan Lebih Panjang"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)