ADVERTISEMENT

Kamis, 08 Sep 2022 08:15 WIB

5 Jenis Cedera Lari yang Paling Umum dan Penyebabnya

Mochammad Fajar Nur - detikHealth
tired woman runner taking a rest after running hard Jenis-jenis cedera saat lari (Foto: Thinkstock)
Jakarta -

Berlari termasuk olahraga yang paling sering menyebabkan cedera. Baik pelari yang sudah berpengalaman maupun pemula bisa mengalami cedera lari. Dokter spesialis kedokteran olahraga dr Antonius Andi Kurniawan SpKO dari RS Pondok Indah Bintaro Jaya, menjelaskan, tipe cedera lari terbagi menjadi dua, yaitu trauma dan overuse.

"Setidaknya 8 dari 10 lari pernah cedera. Tipe cedera dalam olahraga lari bisa dibagi dua, yaitu trauma dan overuse," ujar dokter pada konferensi pers di Jakarta Selatan, Rabu (7/9/2022).

Menurutnya, cedera tipe trauma diakibatkan oleh kondisi seperti keseleo atau jatuh. Sedangkan cedera tipe overuse diakibatkan karena porsi lari yang berlebihan.

Jenis Cedera Lari

Berikut 5 cedera paling sering dialami oleh para penggiat olahraga lari menurut dr Andi, di antaranya:

1. Runner's Knee

Runner's Knee atau cedera lutut merupakan kondisi nyeri di depan atau sekitar tempurung lutut. Menurut dr Andi kondisi ini disebabkan paling sering karena overuse serta kondisi otot yang kaku dan lemah.

"Cedera lutut bisa juga karena otot bokong lemah. Panggul weak ternyata adalah penyebab juga cedera ini," ujarnya.

2. Plantar Fasciitis

Plantar fasciitis merupakan nyeri pada bagian tumit kaki. dr Andi menyebutkan beberapa faktor yang menyebabkan kondisi ini seperti overweight, otot betis kaku, memiliki tipe kaki flat, otot betis lemah.

"Ada faktor overweight, ada faktor otot betis kaki lemah padahal ada urat nyambung ke otot betis pada tumit," ungkapnya.

3. Shin Splint

Shin splint merupakan salah satu cedera paling umum dialami penggiat olahraga lari. Shin splint merupakan nyeri yang terasa di sekitar tulang kering.

"Shin splint itu ketika landing di heel (tumit) saat lari jadinya nyeri di tulang kering depan," jelas dr Andi.

dr Andir menambahkan, beberapa faktor seperti olahraga lari tipe downhill, ketidak seimbangan otot kaki, dan berlari di permukaan keras bisa menyebabkan shin splint.

4. ITBS (Iliotibial Band Syndrome)

Seorang pelari yang terkena ITBS biasanya merasakan nyeri pada sekitar sisi luar lutut. Kondisi ini biasanya disebabkan karena kurang pemanasan dan overuse atau berlari terlalu jauh dan lama.

"ITBS juga bisa karena kurang pemanasan, overuse, bisa juga karena kondisi panjang tungkai kaki beda 1 sentimeter. Itu juga sering terjadi," ungkap dr Andi.

5. Achilles Tendinitis

Achilles Tendinitis membuat seorang pelari merasakan nyeri pada bagian pangkal betis atau tendon Achilles yang menghubungkan otot betis dan tulang tumit. Medan lari yang menanjak dan penambahan porsi jarak lari yang tidak proporsional menjadi penyebab umumnya.

"Ini bisa disebabkan karena kiloan mingguan tinggi terus," pungkas dr Andi.



Simak Video "Cedera Saat Olahraga? Begini Cara Tepat Menanganinya"
[Gambas:Video 20detik]
(mfn/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT