ADVERTISEMENT

Jumat, 09 Sep 2022 20:42 WIB

Jangan Langsung Diurut! Begini Tips Dokter Tangani Cedera Lari

Mochammad Fajar Nur - detikHealth
Shenzhen, ?hina - December 7, 2014: Five medical support people help  injured unidentified marathon runner  on the street,one runner running on the distance,shenzhen city,guangdong province,china Mengatasi cedera saat lari (Foto: iStock)
Jakarta -

Salah satu risiko yang kerap dialami oleh kebanyakan orang saat berolahraga lari adalah cedera. Sayangnya banyak yang masih belum mengerti bagaimana penanganan saat mengalami cedera.

Menurut dr Antonius Andi Kurniawan, SpKO dari RS Pondok Indah Bintaro Jaya, penggiat olahraga lari awam biasanya memilih diurut dalam penanganan awal cedera. Padahal hal ini justru berisiko memperburuk kondisi cedera.

"Ini kan seringnya malah langsung diurut biar nggak bengkak," ucapnya dalam konferensi pers di Jakarta Selatan, Rabu (7/9/2022).

Menurut dr Andi, sapaan akrabnya, metode awal yang tepat dalam menangani cedera lari adalah PRICE (Protect, Rest, Ice, Compress, Elevate). Metode ini singkatnya merupakan proteksi pada bagian cedera, pemberian kompres dingin, dan teknik elevasi atau mengangkat kaki lebih tinggi dari bagian dada.

"PRICE dengan istirahat, protrek biar nggak cedera berlebihan, kompres dingin, terus lakukan elevation biar nggak bengkak," ujarnya.

Setelah metode PRICE dilakukan namun cedera belum membaik, dr Andi menyarankan untuk segera melakukan konsultasi medis agar jenis cedera bisa diketahui.

"Kuncinya bagaimana fokus pada cederanya agar recovery dengan baik agar bisa lari lagi. Setelah metode PRICE nggak sembuh, maka harus cari tau bagaimana cedera kita segera. Jangan menunda," sambungnya.

NEXT: Faktor risiko cedera

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Cedera Saat Olahraga? Begini Cara Tepat Menanganinya"
[Gambas:Video 20detik]

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT