Perlukah 10 Ribu Langkah per Hari Agar Tubuh Bugar? Dokter Olahraga Bilang Gini

Perlukah 10 Ribu Langkah per Hari Agar Tubuh Bugar? Dokter Olahraga Bilang Gini

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Jumat, 17 Jan 2025 07:00 WIB
young fitness woman runner /hiker legs at forest trail
Ilustrasi (Foto: iStock)
Jakarta -

Berjalan kaki setidaknya 10 ribu langkah sehari dianggap sebagai salah satu kunci panjang umur. Berjalan kaki termasuk aktivitas fisik yang memang telah terbukti membawa manfaat besar untuk kesehatan.

Bahkan beberapa orang mungkin ada yang berjalan kaki dengan lebih dari 10 ribu langkah per hari. Misalnya, seperti cerita pria di Inggris, yang membagikan pengalamannya berjalan kaki 250 ribu langkah dalam seminggu dengan rata-rata hariannya 35.700 langkah.

Pria bernama Jack massey Welsh ini mengaku ingin melihat perubahan pada tubuhnya setelah berjalan kaki dengan jarak tempuh yang jauh. Lantas, perlukah berjalan kaki dengan 10 ribu langkah atau lebih dalam sehari?

Spesialis kedokteran olahraga dr Andhika Respati, SpKO menjelaskan pada dasarnya menghitung jumlah langkah kaki berbeda dengan menakar latihan fisik untuk meningkatkan kebugaran. Meningkatan kebugaran bisa lebih tertakar dengan intensitas dan durasi latihan fisik, termasuk juga untuk olahraga jalan kaki.

Menurutnya seseorang yang ingin melakukan olahraga jalan kaki sebagai suatu bentuk latihan fisik yang terukur, maka yang difokuskan bukan dari jumlah langkahnya melainkan intensitas dan durasinya.

ADVERTISEMENT

"Orang yang olahraga rutin belum tentu aktif. Artinya belum tentu dia menjaga tubuhnya tetap aktif. Karena bisa saja dia jalan pagi terus kemudian siang sore malamnya dia duduk berbahan," katanya kepada detikcom, Rabu (15/1/2025).

dr Andhika mengatakan jumlah langkah kaki biasanya dijadikan sebagai gambaran seberapa aktif seseorang dalam kesehariannya. "Artinya dia dalam 24 jam itu aktif nggak sih dengan melihat langkahnya ini merata atau cuma di pagi doang pas olahraga apa gimana," imbuhnya lagi.

Adapun 8 ribu langkah per hari, kata dr Andhika, sudah menggambarkan seseorang cukup aktif.

"Jadi bicara aktif atau tidak seseorang itu kalau mau melihat langkah kakinya biasanya kita akan targetkan dia di 8.000 sekarang targetnya. Jadi 8.000 langkah per hari untuk target untuk dikatakan seorang cukup aktif lah," katanya.

"Kalau 250 ribu langkah seminggu kan berapa tuh? Berarti 40 ribuan kali ya, kurang lebih. Kurang lebih hampir 40 ribu langkah per hari. Saya rasa sih nggak harus begitu amat juga ya, "imbuhnya lagi.

Next: durasi jalan kaki ideal


Di sisi lain, dr Andhika mengatakan apabila seseorang berjalan kaki untuk mendapatkan manfaat tubuh menjadi bugar, sebaiknya dilakukan dengan tak berlebihan.

Minimal dilakukan, misalnya, 30 menit berjalan kaki dalam satu hari dan tak perlu terlalu fokus berapa jumlah langkah kaki yang didapat saat melakukan aktivitas tersebut. Sebab jalan kaki yang terlalu berlebihan bisa memicu risiko sejumlah masalah kesehatan, termasuk cedera.

"Misalnya ada 30 menit jalan kaki non-stop di pagi hari selama misalnya tadi 30 menit. Terlepas dari jumlah laki-laki yang mungkin cuma 4 ribu atau 3 ribu, ya biarin aja gitu, enggak apa-apa," katanya.

"Jadi kalau misalnya memang terasa sudah mencapai 150 menit seminggu, kemudian juga jumlah langkah kakinya 8 ribu sehari, udah nggak perlu target tinggi-tinggi lah," lanjutnya.

Senada, Spesialis kedokteran olahraga, Dr dr Listya Tresnanti Mirtha, SpKO, CCD, Subsp APK(K) mengatakan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan orang dewasa yang melakukan aktivitas fisik intensitas sedang setidaknya 150-300 menit per minggu, yang jika dikonversikan menjadi langkah kaki setara dengan 7.000-10.000 langkah per hari.

Meski begitu, kebutuhan langkah setiap individu bervariasi tergantung usia, kondisi kesehatan dan tingkat kebugarannya.

"Misalnya, untuk lansia, target langkah harian mungkin lebih rendah karena pertimbangan kemampuan fisik," ucapnya saat dihubungi terpisah, Rabu (15/1/2025).

Dirinya juga tak menyarankan untuk melakukan jalan kaki yang berlebihan. Pasalnya, kata wanita yang akrab disapa dr Tata itu, olahraga jalan kaki yang berlebihan dapat memberikan dampak negatif, seperti cedera overuse, kerusakan kulit, gangguan sirkulasi, serta juga kelelahan fisik dan mental.

"Overtraining bukan hanya terjadi pada olahraga berat, tetapi juga pada aktivitas sederhana seperti jalan kaki jika dilakukan secara berlebihan," ucapnya.

"Jika memiliki kondisi kesehatan tertentu, seperti penyakit jantung atau gangguan sendi, konsultasikan dengan dokter sebelum memulai program jalan kaki intensif," sambungnya lagi.