Kolom Kebugaran

Padel, Gym, atau Lari: Mana yang Paling Realistis untuk Resolusi Bugar Tahun Baru?

Fitri Isnia Nuryani, S.Pt - detikHealth
Senin, 05 Jan 2026 09:01 WIB
Menyusun resolusi bugar yang paling realistis. Foto: Getty Images/wundervisuals
Jakarta -

Awal tahun kerap menjadi momentum banyak orang untuk memulai hidup yang lebih sehat. Gym kembali ramai, tren olahraga seperti padel mencuri perhatian di media sosial, sementara lari tetap dianggap sebagai pilihan paling sederhana dan mudah diakses. Resolusi sehat pun disusun dengan penuh semangat, seolah Januari menjadi titik awal untuk hidup lebih bugar dan disiplin.

Namun, antusiasme ini sering tak bertahan lama. Dalam hitungan minggu, jadwal mulai berantakan, tubuh terasa cepat lelah, dan rutinitas olahraga perlahan ditinggalkan. Bukan karena kurang niat, melainkan karena aktivitas yang dipilih sulit disesuaikan dengan waktu, energi, dan pola hidup sehari-hari.

Di tengah euforia resolusi Tahun Baru, satu pertanyaan penting kerap luput dibahas: bukan olahraga mana yang paling tren atau paling cepat membakar kalori, melainkan mana yang paling realistis untuk dijalani secara konsisten, sesuai dengan rutinitas kerja, waktu istirahat, dan kebutuhan gizi tubuh.

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, satu hal mendasar perlu dipahami terlebih dahulu: tidak semua tubuh merespons olahraga dengan cara yang sama.

Kenali Kondisi Tubuh Sebelum Memilih Olahraga yang Paling Tepat

Sebelum menentukan jenis olahraga sebagai bagian dari resolusi sehat, penting untuk memahami bahwa setiap tubuh memiliki kebutuhan dan respons yang berbeda terhadap aktivitas fisik. Berbagai kajian ilmiah menunjukkan bahwa tingkat kebugaran awal, riwayat cedera, usia, serta kondisi kesehatan kronis sangat memengaruhi bagaimana tubuh merespons jenis latihan tertentu, termasuk risiko cedera dan keberhasilan adaptasi.

Sebuah kajian ilmiah yang dipublikasikan dalam jurnal Sports Medicine dan diarsipkan oleh PubMed Central (PMC) menegaskan bahwa pemilihan jenis latihan, baik di pusat kebugaran maupun aktivitas olahraga lainnya, perlu disesuaikan dengan karakteristik fisiologis individu agar manfaat kesehatan dapat diperoleh secara optimal tanpa meningkatkan risiko cedera.

Selain faktor fisik, gaya hidup dan faktor nonfisik juga berperan besar dalam menentukan apakah seseorang mampu menjalani olahraga secara konsisten. Kajian ilmiah dalam Journal of Physical Education and Health Sport (Universitas Negeri Semarang) menunjukkan bahwa pola makan, kualitas tidur, dan tingkat aktivitas fisik saling berkaitan dalam menjaga kebugaran tubuh, termasuk ketahanan kardiorespirasi dan ketersediaan energi saat berolahraga.

Temuan ini menegaskan bahwa memilih olahraga yang tepat tidak cukup hanya mengikuti tren, melainkan perlu mempertimbangkan kesiapan tubuh, ritme hidup harian, serta kecukupan energi dari asupan makanan dan istirahat.

Perbedaan kondisi tubuh inilah yang membuat pilihan olahraga populer seperti padel, gym, maupun lari tidak selalu terasa sama bagi setiap orang.



Simak Video "Video: POV Main Padel untuk Pertama Kalinya"


(fti/up)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork